Ratusan Pns mangkir Kerja

BENGKULU,  – Masih banyak aparatur pemerintahan yang tidak taat aturan libur yang telah ditetapkan. Buktinya kemarin, hari pertama masuk kerja ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat mangkir setelah 6 hari libur. Kondisi ini ditemukan di Pemkot dan Pemprov Bengkulu. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Inspektorat Kota Bengkulu menyebutkan bahwa ketidakhadiran para PNS ini dilakukan dengan berbagai alasan, seperti izin, sakit, dinas luar, cuti dan tanpa keterangan. ”Kita dari Inspektorat bergerak aktif mencari data yang tidak hadir, hasilnya tim kami menemukan 57 orang PNS yang tidak masuk tanpa keterangan yang tersebar pada 41 SKPD dibawah naungan pemerintah Kota Bengkulu,” kata kepala Inspektorat Kota Bengkulu, Drs Mulkan Efendi di ruang kerjanya, kemarin. Ia menjelaskan untuk mendatangi semua SKPD tersebut, pihaknya menurunkan 9 tim dengan anggota tim masing-masing 6 orang. Dan hari ini hasilnya akan diserahkan kepada Sesda Kota Bengkulu untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Drs H Rusli Zaiwin MM mengatakan pihaknya telah memberikan libur yang cukup panjang, yakni selama 6 hari. Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan bahwa tanggal 23 Agustus 2012 semua PNS wajib masuk kerja. “Kita sudah memberikan libur cukup panjang, sebelum libur juga sudah kami sampaikan bahwa tanggal 23 harus masuk semua. Jadi, jika masih ada yang belum masuk tanpa keterangan, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya mengacu pada PP nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan PNS,” terangnya. Kendati demikian, pihaknya akan memberikan toleransi kepada PNS yang tidak hadir dengan alasan yang masuk akal, seperti sakit dibuktikan dengan surat dari dokter atau izin memiliki kepentingan lainnya, seperti anggota keluarga ada yang sakit atau mendapat musibah. “Kalau ada yang mengajukan izin kita lihat izinnya, yang diterima itu seperti orang tuanya meninggal atau sakit keras, tapi kalau izin hanya karena malas tidak akan kita tolerir, makanya hari ini (Kemarin,red) kita turun tim lengkap yang beranggotakan dari Inspktorat, BKD dan Asisten III,” paparnya.
Bolos Kerja
Di Pemprov sendiri ditemukan sebanyak 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak masuk kerja tanpa keterangan alias memperpanjang masa libur lebaran. Pada hari pertama kerja sejak libur Lebaran, mereka tidak hadir. Data ini diketahui berdasarkan rekapitulasi sidak kehadiran di 29 SKPD Pemprov yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu.  Dinas Kesehatan paling banyak terdapat PNS yang bolos yaitu sebanyak 10 orang. Disusul Dinas Pendidikan 7 orang, Bakorluh 6 orang, Dinas Perternakan dan BKPMD masing-masing 5 orang, Badan Diklat 4 orang, Dinsos, Dishubkominfo dan BPPD masing-masing 3 orang, DKP 2 orang serta BPBD, Dispenda dan Disbun masing-masing 1 orang. Menanggapi tindakan 51 PNS yang memperpanjang masa libur itu Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi mengingkapkan akan memberikan sanksi berdasarkan PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. ”Akan memberikan sanksi berupa teguran oleh atasannya masing-masing SKPD. Atasannya akan memberikan teguran. Namun demikian, jumlah 51 PNS yang tidak masuk tersebut hanya 1,1 persen dari 4.581 total PNS di SKPD Pemprov,” katanya.
Sidak PNS
Di bagian lain memastikan aparaturnya kembali beraktivitas memberikan pelayanan, Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Walikota H Ahmad Kanedi SH MH, kemarin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa instansi. Unit pertama yang didatangi Junaidi didampingi Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi, yakni Kantor Dinas Kehuatanan, Kantor Dinas Pertanian, dan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. Dalam setiap sidaknya di kantor-kantor yang ia datangi, Junaidi mengecek absensi kehadiran PNS. Rata-rata setiap instansi yang ia kunjungi kehadiran PNS capai 99 persen. Sedangkan beberapa PNS tidak hadir telah mengajukan izin dengan alasan yang jelas. Di Dinas Kehutanan, Plt Gubernur disambut oleh Kepala Dinas Kehutanan Risman Sipayung. Dalam kesempatan kujungannya itu, Juniadi menatar pegawai Dinas Kehuatan, agar lebih sungguh-sungguh menjalankan kinerja tahun 2012. Ia mengyinggung masalah pembebabsban ringroad (jalan lingkar) Cagar Alam Dusun besar yang tidak kunjung selesai. “Ini agar dikejar proses izin pinjam pakainya. Terlebih, saya sudah ketemu langsung dengan Menteri Kehutanan RI,” katanya. Junaidi juga meninjau kehadiran PNS di Dinas Pertanian. Ia menyempatkan untuk melihat traktor tangan yang akan didistribusikan kepada masyarakat kelompok tani. Junaidi meminta agar traktor tangan itu segera dibagikan, sehingga segera dimanfaatkan petani. ”Semakin cepat dibagikan semakin cepat dimanfaatkan petani,” katanya. Terakhir, ia menginjungi Kantor BPBD Provinsi Bengkulu. Ditempat itu, Junaidi mempertanyakan pembangunan gudang logistik bencana di 10 kabupaten dan kota. Pembangunan itu diminta segera diselesaikan agar dapat segera dimanfaatkan untuk menyimpan logistik becana alam. “Apabila tejadi bencana alam, logistik dan peralatan yang dibutuhkan sudah siap,” katanya. Junaidi tidak melakukan sidak keseluruhan Dinas dan isntansi di lingkungan Pemprov Bengkulu. Tetapi, absensi kehadiran PNS tetap dikumpulkan melalui Satpol PP. Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Provinsi Eko Agusrianto mengatakan petugas Satpol PP Provinsi akan disebar ke kantor, dinas dan badan pemerintahan untuk membantu memantau kehadiran para PNS pada hari pertama kerja pasca liburan. ”PNS yang tidak hadir akan didata nama dan alasan ketidak hadiran mereka. Di Lingkungan pemprov Bengkulu terdapat 7000 PNS yang baru saja menikmati liburan idul fitri. Bagi yang bolos tanpa keterangan akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Mulai dari teguran dari atasannya masing-masing, dan seterusnya,” katanya. Sementara Walikota Bengkulu H Ahmad Kanedi SH MH didampingi Sesda, Asisten I, II dan III bersama jajarannya melakukan sidak ke beberapa instansi, seperti Dinas Pendidikan Nansional, Dinas Dukcapil, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, dan Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut walikota dan rombongan melihat aktivitas para PNS yang telah mulai berjalan, terutama menyangkut pelayanan masyarakat.  ”Kita melihat aktivitas di beberapa SKPD telah mulai berjalan, dan saya memberikan apresiasi kepada PNS yang masuk pada hari pertama ini,” ujarnya. Mirisnya, tidak hanya PNS biasa yang tidak masuk pada hari pertama tersebut, akan tetapi juga dilakukan oleh pejabat eselon II yakni kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, Ir Sahlan Sirad ME.  Walikota tampak sedikit terkejut saat mengunjungi Dinas Tata Kota, sementara kepala dinasnya tidak masuk kerja dengan alasan tidak ada pesawat ke Bengkulu, karena yang bersangkutan pulang mudik ke Jakarta.  ”Saya sangat menyanyangkan masih terdapat PNS atau pejabat yang tidak masuk pada hari pertama ini, karena sebelum libur telah diumukan agar tidak ada PNS atau pejabat yang nambuh liburnya
 

Di mana-mana Para Wisatawan Padati Objek Wisat

PINANG BELAPIS,- Tiga objek wisata andalan Kabupaten Lebong, yakni Danau Tes di Kecamatan Lebong Selatan, Pemandian Air Panas di Desa Air Putih, Kecamatan Pinang Belapis dan Danau Picung di komplek rumah Dinas Bupati Lebong, menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun luar untuk menikmati masa liburan Idul Fitri 1433 H.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyaknya pengunjung mulai terlihat sejak hari pertama Idul Fitri, Minggu (19/8). Dari Ketiga objek wisata tersebut yang paling banyak dikunjungi yakni Pemandian Air Panas di Desa Air Putih. Di hari kedua Lebaran tercatat sekitar 4000 pengunjung dengan menggunakan 300 mobil dan 1000 sepeda motor. Sedangkan di Danau Tes, keramaian tercatat terjadi di hari ketiga Idul Fitri yakni sekitar 3000 pengunjung, sedangkan keramaian di Danau Picung pun sejak lebaran ke dua telah nampak peningkatan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 1000 pengunjung.
“Hari ini (Senin, 20/8) tercatat masyarakat yang berkunjung ke Air Putih mencapai 4000 orang. Rata-rata pengunjung ini dari kaula muda dan keluarga yang datang dari luar daerah Lebong. Hari ini jumlah pengunjung belum mencapai puncaknya, biasanya puncaknya terjadi pada lebaran ke tiga dimana jumlah pengunjung didominasi oleh pengunjung dari luar daerah Lebong. Sejauh ini belum ada kejadian yang menonjol,” jelas Toto, salah satu petugas pintu masuk objek wisata Air Putih saat diwawancarai wartawan.
Selain itu, dihari ketiga Idul Fitri, Kapolres Lebong AKBP Drs Supriadi bersama Wakapolres Kompol Agus Desri Sandi SIK MM dan Kasat Lantas Ipda Yus Ade Elisia SH turun langsung untuk memantau situasi di objek Wisata Pemandian Air Panas Air Putih. Saat melakukan pemantauan di lokasi wisata Air Putih, Kapolres menghimbau kepada seluruh pengunjung untuk berhati-hati saat mandi, dan turun ke lokasi wisata, serta selalu menjaga dan mengawasi keluarga masing-masing dari bahaya.
“Alhamdulillah hingga saat ini situasi di objek wisata Air Putih masih aman dan kondusif. Hanya saja saya menghimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu berhati-hati saat mandi dan turun tangga, sebab jika tidak berhati-hati kita bisa jatuh apalagi saat ini jumlah pengunjung sangat ramai,” imbau Kapolres.
Burhan (45), salah satu pengunjung asal Pekanbaru saat ditanyai wartawan mengatakan, ia bersama keluarganya mengisi liburan lebaran ini untuk mengunjungi objek wisata pemandian Air Putih di Kabupaten Lebong. “Saya kebetulan tahun ini lebaran di Lebong di rumah mertua saya. Jadi mumpung di Lebong saya bersama keluarga menyempatkan untuk mengunjungi objek wisata air putih sebelum kembali ke Pekanbaru
 

2 Sungai Meluap, 7 desa terendam

SAM, – Dua sungai di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Seluma; Sungai Maras dan Sungai Alas sejak dini hari kemarin meluap. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter dari sedikitnya 7 desa di kecamatan tersebut. Banjir mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB sampai siang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dipastikan kerugian materi mencapai ratusan juta.
Ketujuh desa tersebut, yakni Gunung Bantan, Gunung Kembang, Jambat Akar, Maras Tengah, Talang Alai, Sendawar, dan Talang Kemang. Banjir terjadi setelah hujan lebat sejak pukul 22.00 WIB Rabu (22/8) sampai pukul 04.00 WIB dini hari kemarin. Selain itu, diduga hutan di kawasan hulu sungai sudah gundul akibat aktivitas penembangan hutan untuk keperluan pembukaan perkebunan kelapa sawit.
Kerugian materi yang dialami ratusan warga lantaran akibat banjir tersebut, sembako yang tengah disimpan di rumah-rumah penduduk menjadi rusak. Perabotan rumah tanggal rusak dan hanyut. Hewan ternak milik warga seperti kambing, domba, ayam, bebek dan sebagainya hanyut diseret arus. Selain itu ribuan hektar kebun palawija dan sawah warga rusak total dihantam banjir. Namun, hingga kemarin belum ada data pasti soal total kerugian akibat bencana tersebut.
Pantauan BE, hingga siang kemarin aktivitas warga di 7 desa tersebut seakan terhenti total. Karena hingga siang air masih menggenangi badan jalan dan ruamh-rumah warga. Salah seorang warga Desa Jambat Akar, Muhammad Ja’im (58) menuturkan perihal tersebut. Dikatakannya, hujan yang terjadi kemarin malam merupakan hujan lebat pertama kali setelah selama ini terjadi kemarau. Dirinya dan ratusan warga yang menjadi korban banjir hanya dapat meratapi bencana tersebut karena tak dapat berbuat banyak.
”Airnya tinggi nian. Banyak ternak hanyut serta perabotan hilang dan rusak akibat arus,” tutur Ja’im.
Terpisah, Kabag Humas Pemkab Seluma, Mulyasi SSos MM mengakui peristiwa bencana banjir tersebut. Dikatakannya, hingga kemarin Pemkab Seluma sudah mulai melakukan pendataan terhadap abjek akibat bencana, namun sampai kemarin pihaknya belum dapat menaksir jumlah kerugian yang timbul. Selain itu, Pemkab Seluma juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan panik kepada warg korban banjir yang disampaikan langsung oleh Plt Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH di desa-desa lokasi banjir.
Sementara itu, Plt Bupati Bundra Jaya melakukan kunjungan ke lokasi banjir mulai pukul 11.00 WIB. Yakni ke Desa Sendawar, Gunung Kembang, Jambat Akar, Talang Kemang, dan Talang Alai. ”Kita langsung ke sini (lokasi, red) setelah mendapat infromasi ini. Karena mendadak, kita baru membawa bantuan seadanya dulu. Selanjutnya, kita minta Kades yang bersangkutan mendata akibat banjir ini untuk diajukan ke Pemkab Seluma
 

16 Tewas.3 kendaraan dan 5 bangunan terbakar



GADING CEMPAKA, – Di antara suka cita merayakan lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, tak sedikit pula yang berduka. Sejumlah peristiwa tragis dan musibah beruntun terjadi selama arus mudik dan balik lebaran. Tercatat, selama H-3 dan H+3 Lebaran tahun ini, setidaknya ada sekitar 40 kasus kecelakaan lalulintas dengan korban tewas mencapai sebanyak 16 orang, 15 menderita luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. Bahkan, hingga sejauh ini masih ada korban kecelakaan yang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Bengkulu. Kecelakaan maut itu didominasi kendaraan roda dua. ”Angka kecelakaan cukup meningkat di tahun ini,” tutur Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, kemarin. Lokasi kejadian kecelakaan, sambung mantan Wakapolda Banten itu, didominasi pada jalan – jalan lintas, jalan negara dan jalan provinsi. Faktor kecelakaan terjadi, mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi, ugal – ugalan, jalan yang berlubang dan jumlah kendaraan yang cukup banyak. Tingginya angka kecelakaan sudah diprediksi dengan melakukan beragam upaya preventif. “Tapi kecelakaan masih saja banyak terjadi. Namun ini akan menjadi evaluasi kita,” ucapnya.
Si Jago Merah
Musibah lain yang banyak terjadi selama lebaran ini adalah kebakaran. Keganasan si jago merah tercatat telah membakar 5 bangunan terdiri dari 1 kantor dan 4 rumah. Tak hanya itu saja, serta 2 motor dan 1 mobil ikut hangus. Peristiwa ini terjadi rentang waktu sehari sebelum lebaran hingga kemarin. Pemicunya pun beragam mulai dari korsleting listrik hingga gas. Kebakaran diawali Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Rusli (50) jalan Bhayangkara Dua Sukowati Kelurahan Talang Rimbo Baru menjadi korbannya. Rumahnya dilahap si jago merah. Beruntung, tidak semua bagian rumah terbakar. Namun korban harus merugi hingga puluhan juta rupiah karena mobil jenis Toyota Kijang BG 1813 LH, dua motor Vespa dan beberapa perlengkapan rumah tangga lainnya ludes terbakar. Api pertama kali berasal dari garasi mobil diduga percikan api yang berasal dari mobil hingga memicu kebakaran. ”Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Apakah benar-benar dari korsleting kendaraan atau penyebab lainya,” jelas Kapolres Rejang lebong AKBP Edy Suroso mellaui kasat reskrim AKP Hardidinata Amukan api juga menyerang kediaman Ari (35) warga Kampung Bogor Kepahiang. Saat itu korban tengah takbiran, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (18/8). Api sisa pembakaran kayu di dapur usai memasak air melahap dinding rumah. Beruntung tetangga korban, Sandi (30) cepat mengetahui sebelum api berkobar. Sehingga dengan bantuan PBK, api bisa cepat dipadamkan ”Sebelum menyambar dinding api kayu bakar terlebih dahulu membakar kayu yang belum digunakan korban dan berada di sekitar tungku memasak tersebut,” terang Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kapolsek Kepahiang, Iptu Ade Zaldi SFarm Seakan belum puas, si jago merah berkobar di Bengkulu Tengah (Benteng), Sabtu (18/8). Korbannya 2 orang sekaligus, Anirhan (40) dan Tabri (25), keduanya warga Desa Susup Merigi Sakti. Niat untuk merayakan lebaran di rumah sendiri justru sirna. Rumah mereka ludes terbakar dipicu api yang menyambar gas di dapur korban. Api berasal dari dapur rumah milik Anirhan, ketika istri korban tengah memasak. Kemudian meninggalkan sesaat kompor tersebut dalam keadaan api menyala. Api diduga menyambar bagian papan rumah semi permanen tersbut hingga kemudian menjalar ke seluruh ruangan dapur dan menyebar sampai ke depan rumah. Api kemudian juga menyambar perumahan sekolah yang berdekatan langsung dengan sumber api. Api selanjutnya juga melahap perumahan yang ditempati guru honorer SD N 09 Desa Susup, M Tabri. “Api bersumber dari kompor waktu istri korban tengah memasak lantas menjalar dan menyebar ke seluruh ruangan. Rumah semi permanen itu langsung dilalap api. Juga perumahan SD yang ada dekat api hingga melahap sampai ludes,” terang Sutan pada BE, kemarin. Dikatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat keluarga korban Anirhan yang berjumlah 5 orang berkumpul di tengah rumah. Namun api yang mulai berkobar tak bisa dipadamkan. Setengah jam kemudian, salah satu rumah ludes, berikut perumahan lainnya, ikut ludes. Tidak ada barang-barang berharga yang dapat diselamatkan. “Sekitar setengah jam api mulai padam, seluruh rumah seluruhnya sudah terbakar. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan,” kata Sutan.
Asset Pemerintah
Tak kalah heboh saat PNS baru saja masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran. Siang kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB ruangan Arsip dan Pembinaan Transmigrasi di Dinas Transmigrasi dan PPH Provinsi Bengkulu di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Harapan ludes terbakar. Kobaran api bersumber dari bakaran sampah yang terletak di belakang gedung yang terdiri dua lantai tersebut. Angin kencang, sehingga kobaran api langsung merambat kebagian plafon ruangan yang terletak di tengah – tengah tersebut. Dalam waktu sekejap, seluruh arsip habis ludes terbakar. Hanya 2 CPU komputer saja yang berhasil diselamatkan para karyawan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi di tengah hari bolong tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat dari kejadian kebakaran itu. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi, Plt Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamsyah, Sekprov Asnawi A Lamat, Kadis Transmigrasi Husni Hasanudin langsung meninjau kelokasi kejadian. Dikatakan Husni sebelum kejadian, petugas kebersihan kantor bernama Agung tengah membakar sampah persis di belakang gedung yang terdiri dari 2 lantai tersebut. Hanya saja, setelah api yang tengah membakar sampah itu sudah hidup, si penjaga kantorpun pergi meninggalkan bakaran sampah.
1 Petugas Cedera
Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang kian membesar. Salah seorang petugas PBK, Jupri Efendi mengalami cedera. Bagian punggung sebelah kirinya tertimpa kayu yang berasal dari atap gedung yang terbakar dan harus dilarikan ke RSUD M Yunus Bengkulu. Sementara itu, Kapolda didampingi Kapolsek Gading Cempaka, AKP Myandra Eka W, membenarkan terkait musibah kebakaran di ruangan arsip transmigrasi tersebut. Hanya saja, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikanpihaknya lebih lanjut

Sumber BE
 

25 Agustus 2012

Ratusan Pns mangkir Kerja

BENGKULU,  – Masih banyak aparatur pemerintahan yang tidak taat aturan libur yang telah ditetapkan. Buktinya kemarin, hari pertama masuk kerja ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat mangkir setelah 6 hari libur. Kondisi ini ditemukan di Pemkot dan Pemprov Bengkulu. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Inspektorat Kota Bengkulu menyebutkan bahwa ketidakhadiran para PNS ini dilakukan dengan berbagai alasan, seperti izin, sakit, dinas luar, cuti dan tanpa keterangan. ”Kita dari Inspektorat bergerak aktif mencari data yang tidak hadir, hasilnya tim kami menemukan 57 orang PNS yang tidak masuk tanpa keterangan yang tersebar pada 41 SKPD dibawah naungan pemerintah Kota Bengkulu,” kata kepala Inspektorat Kota Bengkulu, Drs Mulkan Efendi di ruang kerjanya, kemarin. Ia menjelaskan untuk mendatangi semua SKPD tersebut, pihaknya menurunkan 9 tim dengan anggota tim masing-masing 6 orang. Dan hari ini hasilnya akan diserahkan kepada Sesda Kota Bengkulu untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Drs H Rusli Zaiwin MM mengatakan pihaknya telah memberikan libur yang cukup panjang, yakni selama 6 hari. Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan bahwa tanggal 23 Agustus 2012 semua PNS wajib masuk kerja. “Kita sudah memberikan libur cukup panjang, sebelum libur juga sudah kami sampaikan bahwa tanggal 23 harus masuk semua. Jadi, jika masih ada yang belum masuk tanpa keterangan, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya mengacu pada PP nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan PNS,” terangnya. Kendati demikian, pihaknya akan memberikan toleransi kepada PNS yang tidak hadir dengan alasan yang masuk akal, seperti sakit dibuktikan dengan surat dari dokter atau izin memiliki kepentingan lainnya, seperti anggota keluarga ada yang sakit atau mendapat musibah. “Kalau ada yang mengajukan izin kita lihat izinnya, yang diterima itu seperti orang tuanya meninggal atau sakit keras, tapi kalau izin hanya karena malas tidak akan kita tolerir, makanya hari ini (Kemarin,red) kita turun tim lengkap yang beranggotakan dari Inspktorat, BKD dan Asisten III,” paparnya.
Bolos Kerja
Di Pemprov sendiri ditemukan sebanyak 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak masuk kerja tanpa keterangan alias memperpanjang masa libur lebaran. Pada hari pertama kerja sejak libur Lebaran, mereka tidak hadir. Data ini diketahui berdasarkan rekapitulasi sidak kehadiran di 29 SKPD Pemprov yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu.  Dinas Kesehatan paling banyak terdapat PNS yang bolos yaitu sebanyak 10 orang. Disusul Dinas Pendidikan 7 orang, Bakorluh 6 orang, Dinas Perternakan dan BKPMD masing-masing 5 orang, Badan Diklat 4 orang, Dinsos, Dishubkominfo dan BPPD masing-masing 3 orang, DKP 2 orang serta BPBD, Dispenda dan Disbun masing-masing 1 orang. Menanggapi tindakan 51 PNS yang memperpanjang masa libur itu Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi mengingkapkan akan memberikan sanksi berdasarkan PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. ”Akan memberikan sanksi berupa teguran oleh atasannya masing-masing SKPD. Atasannya akan memberikan teguran. Namun demikian, jumlah 51 PNS yang tidak masuk tersebut hanya 1,1 persen dari 4.581 total PNS di SKPD Pemprov,” katanya.
Sidak PNS
Di bagian lain memastikan aparaturnya kembali beraktivitas memberikan pelayanan, Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Walikota H Ahmad Kanedi SH MH, kemarin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa instansi. Unit pertama yang didatangi Junaidi didampingi Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi, yakni Kantor Dinas Kehuatanan, Kantor Dinas Pertanian, dan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. Dalam setiap sidaknya di kantor-kantor yang ia datangi, Junaidi mengecek absensi kehadiran PNS. Rata-rata setiap instansi yang ia kunjungi kehadiran PNS capai 99 persen. Sedangkan beberapa PNS tidak hadir telah mengajukan izin dengan alasan yang jelas. Di Dinas Kehutanan, Plt Gubernur disambut oleh Kepala Dinas Kehutanan Risman Sipayung. Dalam kesempatan kujungannya itu, Juniadi menatar pegawai Dinas Kehuatan, agar lebih sungguh-sungguh menjalankan kinerja tahun 2012. Ia mengyinggung masalah pembebabsban ringroad (jalan lingkar) Cagar Alam Dusun besar yang tidak kunjung selesai. “Ini agar dikejar proses izin pinjam pakainya. Terlebih, saya sudah ketemu langsung dengan Menteri Kehutanan RI,” katanya. Junaidi juga meninjau kehadiran PNS di Dinas Pertanian. Ia menyempatkan untuk melihat traktor tangan yang akan didistribusikan kepada masyarakat kelompok tani. Junaidi meminta agar traktor tangan itu segera dibagikan, sehingga segera dimanfaatkan petani. ”Semakin cepat dibagikan semakin cepat dimanfaatkan petani,” katanya. Terakhir, ia menginjungi Kantor BPBD Provinsi Bengkulu. Ditempat itu, Junaidi mempertanyakan pembangunan gudang logistik bencana di 10 kabupaten dan kota. Pembangunan itu diminta segera diselesaikan agar dapat segera dimanfaatkan untuk menyimpan logistik becana alam. “Apabila tejadi bencana alam, logistik dan peralatan yang dibutuhkan sudah siap,” katanya. Junaidi tidak melakukan sidak keseluruhan Dinas dan isntansi di lingkungan Pemprov Bengkulu. Tetapi, absensi kehadiran PNS tetap dikumpulkan melalui Satpol PP. Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Provinsi Eko Agusrianto mengatakan petugas Satpol PP Provinsi akan disebar ke kantor, dinas dan badan pemerintahan untuk membantu memantau kehadiran para PNS pada hari pertama kerja pasca liburan. ”PNS yang tidak hadir akan didata nama dan alasan ketidak hadiran mereka. Di Lingkungan pemprov Bengkulu terdapat 7000 PNS yang baru saja menikmati liburan idul fitri. Bagi yang bolos tanpa keterangan akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Mulai dari teguran dari atasannya masing-masing, dan seterusnya,” katanya. Sementara Walikota Bengkulu H Ahmad Kanedi SH MH didampingi Sesda, Asisten I, II dan III bersama jajarannya melakukan sidak ke beberapa instansi, seperti Dinas Pendidikan Nansional, Dinas Dukcapil, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, dan Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut walikota dan rombongan melihat aktivitas para PNS yang telah mulai berjalan, terutama menyangkut pelayanan masyarakat.  ”Kita melihat aktivitas di beberapa SKPD telah mulai berjalan, dan saya memberikan apresiasi kepada PNS yang masuk pada hari pertama ini,” ujarnya. Mirisnya, tidak hanya PNS biasa yang tidak masuk pada hari pertama tersebut, akan tetapi juga dilakukan oleh pejabat eselon II yakni kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, Ir Sahlan Sirad ME.  Walikota tampak sedikit terkejut saat mengunjungi Dinas Tata Kota, sementara kepala dinasnya tidak masuk kerja dengan alasan tidak ada pesawat ke Bengkulu, karena yang bersangkutan pulang mudik ke Jakarta.  ”Saya sangat menyanyangkan masih terdapat PNS atau pejabat yang tidak masuk pada hari pertama ini, karena sebelum libur telah diumukan agar tidak ada PNS atau pejabat yang nambuh liburnya

Di mana-mana Para Wisatawan Padati Objek Wisat

PINANG BELAPIS,- Tiga objek wisata andalan Kabupaten Lebong, yakni Danau Tes di Kecamatan Lebong Selatan, Pemandian Air Panas di Desa Air Putih, Kecamatan Pinang Belapis dan Danau Picung di komplek rumah Dinas Bupati Lebong, menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun luar untuk menikmati masa liburan Idul Fitri 1433 H.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyaknya pengunjung mulai terlihat sejak hari pertama Idul Fitri, Minggu (19/8). Dari Ketiga objek wisata tersebut yang paling banyak dikunjungi yakni Pemandian Air Panas di Desa Air Putih. Di hari kedua Lebaran tercatat sekitar 4000 pengunjung dengan menggunakan 300 mobil dan 1000 sepeda motor. Sedangkan di Danau Tes, keramaian tercatat terjadi di hari ketiga Idul Fitri yakni sekitar 3000 pengunjung, sedangkan keramaian di Danau Picung pun sejak lebaran ke dua telah nampak peningkatan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 1000 pengunjung.
“Hari ini (Senin, 20/8) tercatat masyarakat yang berkunjung ke Air Putih mencapai 4000 orang. Rata-rata pengunjung ini dari kaula muda dan keluarga yang datang dari luar daerah Lebong. Hari ini jumlah pengunjung belum mencapai puncaknya, biasanya puncaknya terjadi pada lebaran ke tiga dimana jumlah pengunjung didominasi oleh pengunjung dari luar daerah Lebong. Sejauh ini belum ada kejadian yang menonjol,” jelas Toto, salah satu petugas pintu masuk objek wisata Air Putih saat diwawancarai wartawan.
Selain itu, dihari ketiga Idul Fitri, Kapolres Lebong AKBP Drs Supriadi bersama Wakapolres Kompol Agus Desri Sandi SIK MM dan Kasat Lantas Ipda Yus Ade Elisia SH turun langsung untuk memantau situasi di objek Wisata Pemandian Air Panas Air Putih. Saat melakukan pemantauan di lokasi wisata Air Putih, Kapolres menghimbau kepada seluruh pengunjung untuk berhati-hati saat mandi, dan turun ke lokasi wisata, serta selalu menjaga dan mengawasi keluarga masing-masing dari bahaya.
“Alhamdulillah hingga saat ini situasi di objek wisata Air Putih masih aman dan kondusif. Hanya saja saya menghimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu berhati-hati saat mandi dan turun tangga, sebab jika tidak berhati-hati kita bisa jatuh apalagi saat ini jumlah pengunjung sangat ramai,” imbau Kapolres.
Burhan (45), salah satu pengunjung asal Pekanbaru saat ditanyai wartawan mengatakan, ia bersama keluarganya mengisi liburan lebaran ini untuk mengunjungi objek wisata pemandian Air Putih di Kabupaten Lebong. “Saya kebetulan tahun ini lebaran di Lebong di rumah mertua saya. Jadi mumpung di Lebong saya bersama keluarga menyempatkan untuk mengunjungi objek wisata air putih sebelum kembali ke Pekanbaru

2 Sungai Meluap, 7 desa terendam

SAM, – Dua sungai di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Seluma; Sungai Maras dan Sungai Alas sejak dini hari kemarin meluap. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter dari sedikitnya 7 desa di kecamatan tersebut. Banjir mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB sampai siang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dipastikan kerugian materi mencapai ratusan juta.
Ketujuh desa tersebut, yakni Gunung Bantan, Gunung Kembang, Jambat Akar, Maras Tengah, Talang Alai, Sendawar, dan Talang Kemang. Banjir terjadi setelah hujan lebat sejak pukul 22.00 WIB Rabu (22/8) sampai pukul 04.00 WIB dini hari kemarin. Selain itu, diduga hutan di kawasan hulu sungai sudah gundul akibat aktivitas penembangan hutan untuk keperluan pembukaan perkebunan kelapa sawit.
Kerugian materi yang dialami ratusan warga lantaran akibat banjir tersebut, sembako yang tengah disimpan di rumah-rumah penduduk menjadi rusak. Perabotan rumah tanggal rusak dan hanyut. Hewan ternak milik warga seperti kambing, domba, ayam, bebek dan sebagainya hanyut diseret arus. Selain itu ribuan hektar kebun palawija dan sawah warga rusak total dihantam banjir. Namun, hingga kemarin belum ada data pasti soal total kerugian akibat bencana tersebut.
Pantauan BE, hingga siang kemarin aktivitas warga di 7 desa tersebut seakan terhenti total. Karena hingga siang air masih menggenangi badan jalan dan ruamh-rumah warga. Salah seorang warga Desa Jambat Akar, Muhammad Ja’im (58) menuturkan perihal tersebut. Dikatakannya, hujan yang terjadi kemarin malam merupakan hujan lebat pertama kali setelah selama ini terjadi kemarau. Dirinya dan ratusan warga yang menjadi korban banjir hanya dapat meratapi bencana tersebut karena tak dapat berbuat banyak.
”Airnya tinggi nian. Banyak ternak hanyut serta perabotan hilang dan rusak akibat arus,” tutur Ja’im.
Terpisah, Kabag Humas Pemkab Seluma, Mulyasi SSos MM mengakui peristiwa bencana banjir tersebut. Dikatakannya, hingga kemarin Pemkab Seluma sudah mulai melakukan pendataan terhadap abjek akibat bencana, namun sampai kemarin pihaknya belum dapat menaksir jumlah kerugian yang timbul. Selain itu, Pemkab Seluma juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan panik kepada warg korban banjir yang disampaikan langsung oleh Plt Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH di desa-desa lokasi banjir.
Sementara itu, Plt Bupati Bundra Jaya melakukan kunjungan ke lokasi banjir mulai pukul 11.00 WIB. Yakni ke Desa Sendawar, Gunung Kembang, Jambat Akar, Talang Kemang, dan Talang Alai. ”Kita langsung ke sini (lokasi, red) setelah mendapat infromasi ini. Karena mendadak, kita baru membawa bantuan seadanya dulu. Selanjutnya, kita minta Kades yang bersangkutan mendata akibat banjir ini untuk diajukan ke Pemkab Seluma

16 Tewas.3 kendaraan dan 5 bangunan terbakar



GADING CEMPAKA, – Di antara suka cita merayakan lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, tak sedikit pula yang berduka. Sejumlah peristiwa tragis dan musibah beruntun terjadi selama arus mudik dan balik lebaran. Tercatat, selama H-3 dan H+3 Lebaran tahun ini, setidaknya ada sekitar 40 kasus kecelakaan lalulintas dengan korban tewas mencapai sebanyak 16 orang, 15 menderita luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. Bahkan, hingga sejauh ini masih ada korban kecelakaan yang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Bengkulu. Kecelakaan maut itu didominasi kendaraan roda dua. ”Angka kecelakaan cukup meningkat di tahun ini,” tutur Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, kemarin. Lokasi kejadian kecelakaan, sambung mantan Wakapolda Banten itu, didominasi pada jalan – jalan lintas, jalan negara dan jalan provinsi. Faktor kecelakaan terjadi, mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi, ugal – ugalan, jalan yang berlubang dan jumlah kendaraan yang cukup banyak. Tingginya angka kecelakaan sudah diprediksi dengan melakukan beragam upaya preventif. “Tapi kecelakaan masih saja banyak terjadi. Namun ini akan menjadi evaluasi kita,” ucapnya.
Si Jago Merah
Musibah lain yang banyak terjadi selama lebaran ini adalah kebakaran. Keganasan si jago merah tercatat telah membakar 5 bangunan terdiri dari 1 kantor dan 4 rumah. Tak hanya itu saja, serta 2 motor dan 1 mobil ikut hangus. Peristiwa ini terjadi rentang waktu sehari sebelum lebaran hingga kemarin. Pemicunya pun beragam mulai dari korsleting listrik hingga gas. Kebakaran diawali Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Rusli (50) jalan Bhayangkara Dua Sukowati Kelurahan Talang Rimbo Baru menjadi korbannya. Rumahnya dilahap si jago merah. Beruntung, tidak semua bagian rumah terbakar. Namun korban harus merugi hingga puluhan juta rupiah karena mobil jenis Toyota Kijang BG 1813 LH, dua motor Vespa dan beberapa perlengkapan rumah tangga lainnya ludes terbakar. Api pertama kali berasal dari garasi mobil diduga percikan api yang berasal dari mobil hingga memicu kebakaran. ”Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Apakah benar-benar dari korsleting kendaraan atau penyebab lainya,” jelas Kapolres Rejang lebong AKBP Edy Suroso mellaui kasat reskrim AKP Hardidinata Amukan api juga menyerang kediaman Ari (35) warga Kampung Bogor Kepahiang. Saat itu korban tengah takbiran, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (18/8). Api sisa pembakaran kayu di dapur usai memasak air melahap dinding rumah. Beruntung tetangga korban, Sandi (30) cepat mengetahui sebelum api berkobar. Sehingga dengan bantuan PBK, api bisa cepat dipadamkan ”Sebelum menyambar dinding api kayu bakar terlebih dahulu membakar kayu yang belum digunakan korban dan berada di sekitar tungku memasak tersebut,” terang Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kapolsek Kepahiang, Iptu Ade Zaldi SFarm Seakan belum puas, si jago merah berkobar di Bengkulu Tengah (Benteng), Sabtu (18/8). Korbannya 2 orang sekaligus, Anirhan (40) dan Tabri (25), keduanya warga Desa Susup Merigi Sakti. Niat untuk merayakan lebaran di rumah sendiri justru sirna. Rumah mereka ludes terbakar dipicu api yang menyambar gas di dapur korban. Api berasal dari dapur rumah milik Anirhan, ketika istri korban tengah memasak. Kemudian meninggalkan sesaat kompor tersebut dalam keadaan api menyala. Api diduga menyambar bagian papan rumah semi permanen tersbut hingga kemudian menjalar ke seluruh ruangan dapur dan menyebar sampai ke depan rumah. Api kemudian juga menyambar perumahan sekolah yang berdekatan langsung dengan sumber api. Api selanjutnya juga melahap perumahan yang ditempati guru honorer SD N 09 Desa Susup, M Tabri. “Api bersumber dari kompor waktu istri korban tengah memasak lantas menjalar dan menyebar ke seluruh ruangan. Rumah semi permanen itu langsung dilalap api. Juga perumahan SD yang ada dekat api hingga melahap sampai ludes,” terang Sutan pada BE, kemarin. Dikatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat keluarga korban Anirhan yang berjumlah 5 orang berkumpul di tengah rumah. Namun api yang mulai berkobar tak bisa dipadamkan. Setengah jam kemudian, salah satu rumah ludes, berikut perumahan lainnya, ikut ludes. Tidak ada barang-barang berharga yang dapat diselamatkan. “Sekitar setengah jam api mulai padam, seluruh rumah seluruhnya sudah terbakar. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan,” kata Sutan.
Asset Pemerintah
Tak kalah heboh saat PNS baru saja masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran. Siang kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB ruangan Arsip dan Pembinaan Transmigrasi di Dinas Transmigrasi dan PPH Provinsi Bengkulu di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Harapan ludes terbakar. Kobaran api bersumber dari bakaran sampah yang terletak di belakang gedung yang terdiri dua lantai tersebut. Angin kencang, sehingga kobaran api langsung merambat kebagian plafon ruangan yang terletak di tengah – tengah tersebut. Dalam waktu sekejap, seluruh arsip habis ludes terbakar. Hanya 2 CPU komputer saja yang berhasil diselamatkan para karyawan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi di tengah hari bolong tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat dari kejadian kebakaran itu. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi, Plt Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamsyah, Sekprov Asnawi A Lamat, Kadis Transmigrasi Husni Hasanudin langsung meninjau kelokasi kejadian. Dikatakan Husni sebelum kejadian, petugas kebersihan kantor bernama Agung tengah membakar sampah persis di belakang gedung yang terdiri dari 2 lantai tersebut. Hanya saja, setelah api yang tengah membakar sampah itu sudah hidup, si penjaga kantorpun pergi meninggalkan bakaran sampah.
1 Petugas Cedera
Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang kian membesar. Salah seorang petugas PBK, Jupri Efendi mengalami cedera. Bagian punggung sebelah kirinya tertimpa kayu yang berasal dari atap gedung yang terbakar dan harus dilarikan ke RSUD M Yunus Bengkulu. Sementara itu, Kapolda didampingi Kapolsek Gading Cempaka, AKP Myandra Eka W, membenarkan terkait musibah kebakaran di ruangan arsip transmigrasi tersebut. Hanya saja, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikanpihaknya lebih lanjut

Sumber BE

25 Agustus 2012

Ratusan Pns mangkir Kerja

BENGKULU,  – Masih banyak aparatur pemerintahan yang tidak taat aturan libur yang telah ditetapkan. Buktinya kemarin, hari pertama masuk kerja ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat mangkir setelah 6 hari libur. Kondisi ini ditemukan di Pemkot dan Pemprov Bengkulu. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Inspektorat Kota Bengkulu menyebutkan bahwa ketidakhadiran para PNS ini dilakukan dengan berbagai alasan, seperti izin, sakit, dinas luar, cuti dan tanpa keterangan. ”Kita dari Inspektorat bergerak aktif mencari data yang tidak hadir, hasilnya tim kami menemukan 57 orang PNS yang tidak masuk tanpa keterangan yang tersebar pada 41 SKPD dibawah naungan pemerintah Kota Bengkulu,” kata kepala Inspektorat Kota Bengkulu, Drs Mulkan Efendi di ruang kerjanya, kemarin. Ia menjelaskan untuk mendatangi semua SKPD tersebut, pihaknya menurunkan 9 tim dengan anggota tim masing-masing 6 orang. Dan hari ini hasilnya akan diserahkan kepada Sesda Kota Bengkulu untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sesda) Kota Bengkulu, Drs H Rusli Zaiwin MM mengatakan pihaknya telah memberikan libur yang cukup panjang, yakni selama 6 hari. Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan bahwa tanggal 23 Agustus 2012 semua PNS wajib masuk kerja. “Kita sudah memberikan libur cukup panjang, sebelum libur juga sudah kami sampaikan bahwa tanggal 23 harus masuk semua. Jadi, jika masih ada yang belum masuk tanpa keterangan, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya mengacu pada PP nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan PNS,” terangnya. Kendati demikian, pihaknya akan memberikan toleransi kepada PNS yang tidak hadir dengan alasan yang masuk akal, seperti sakit dibuktikan dengan surat dari dokter atau izin memiliki kepentingan lainnya, seperti anggota keluarga ada yang sakit atau mendapat musibah. “Kalau ada yang mengajukan izin kita lihat izinnya, yang diterima itu seperti orang tuanya meninggal atau sakit keras, tapi kalau izin hanya karena malas tidak akan kita tolerir, makanya hari ini (Kemarin,red) kita turun tim lengkap yang beranggotakan dari Inspktorat, BKD dan Asisten III,” paparnya.
Bolos Kerja
Di Pemprov sendiri ditemukan sebanyak 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak masuk kerja tanpa keterangan alias memperpanjang masa libur lebaran. Pada hari pertama kerja sejak libur Lebaran, mereka tidak hadir. Data ini diketahui berdasarkan rekapitulasi sidak kehadiran di 29 SKPD Pemprov yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu.  Dinas Kesehatan paling banyak terdapat PNS yang bolos yaitu sebanyak 10 orang. Disusul Dinas Pendidikan 7 orang, Bakorluh 6 orang, Dinas Perternakan dan BKPMD masing-masing 5 orang, Badan Diklat 4 orang, Dinsos, Dishubkominfo dan BPPD masing-masing 3 orang, DKP 2 orang serta BPBD, Dispenda dan Disbun masing-masing 1 orang. Menanggapi tindakan 51 PNS yang memperpanjang masa libur itu Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi mengingkapkan akan memberikan sanksi berdasarkan PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. ”Akan memberikan sanksi berupa teguran oleh atasannya masing-masing SKPD. Atasannya akan memberikan teguran. Namun demikian, jumlah 51 PNS yang tidak masuk tersebut hanya 1,1 persen dari 4.581 total PNS di SKPD Pemprov,” katanya.
Sidak PNS
Di bagian lain memastikan aparaturnya kembali beraktivitas memberikan pelayanan, Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Walikota H Ahmad Kanedi SH MH, kemarin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa instansi. Unit pertama yang didatangi Junaidi didampingi Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi, yakni Kantor Dinas Kehuatanan, Kantor Dinas Pertanian, dan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. Dalam setiap sidaknya di kantor-kantor yang ia datangi, Junaidi mengecek absensi kehadiran PNS. Rata-rata setiap instansi yang ia kunjungi kehadiran PNS capai 99 persen. Sedangkan beberapa PNS tidak hadir telah mengajukan izin dengan alasan yang jelas. Di Dinas Kehutanan, Plt Gubernur disambut oleh Kepala Dinas Kehutanan Risman Sipayung. Dalam kesempatan kujungannya itu, Juniadi menatar pegawai Dinas Kehuatan, agar lebih sungguh-sungguh menjalankan kinerja tahun 2012. Ia mengyinggung masalah pembebabsban ringroad (jalan lingkar) Cagar Alam Dusun besar yang tidak kunjung selesai. “Ini agar dikejar proses izin pinjam pakainya. Terlebih, saya sudah ketemu langsung dengan Menteri Kehutanan RI,” katanya. Junaidi juga meninjau kehadiran PNS di Dinas Pertanian. Ia menyempatkan untuk melihat traktor tangan yang akan didistribusikan kepada masyarakat kelompok tani. Junaidi meminta agar traktor tangan itu segera dibagikan, sehingga segera dimanfaatkan petani. ”Semakin cepat dibagikan semakin cepat dimanfaatkan petani,” katanya. Terakhir, ia menginjungi Kantor BPBD Provinsi Bengkulu. Ditempat itu, Junaidi mempertanyakan pembangunan gudang logistik bencana di 10 kabupaten dan kota. Pembangunan itu diminta segera diselesaikan agar dapat segera dimanfaatkan untuk menyimpan logistik becana alam. “Apabila tejadi bencana alam, logistik dan peralatan yang dibutuhkan sudah siap,” katanya. Junaidi tidak melakukan sidak keseluruhan Dinas dan isntansi di lingkungan Pemprov Bengkulu. Tetapi, absensi kehadiran PNS tetap dikumpulkan melalui Satpol PP. Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Provinsi Eko Agusrianto mengatakan petugas Satpol PP Provinsi akan disebar ke kantor, dinas dan badan pemerintahan untuk membantu memantau kehadiran para PNS pada hari pertama kerja pasca liburan. ”PNS yang tidak hadir akan didata nama dan alasan ketidak hadiran mereka. Di Lingkungan pemprov Bengkulu terdapat 7000 PNS yang baru saja menikmati liburan idul fitri. Bagi yang bolos tanpa keterangan akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Mulai dari teguran dari atasannya masing-masing, dan seterusnya,” katanya. Sementara Walikota Bengkulu H Ahmad Kanedi SH MH didampingi Sesda, Asisten I, II dan III bersama jajarannya melakukan sidak ke beberapa instansi, seperti Dinas Pendidikan Nansional, Dinas Dukcapil, Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, dan Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut walikota dan rombongan melihat aktivitas para PNS yang telah mulai berjalan, terutama menyangkut pelayanan masyarakat.  ”Kita melihat aktivitas di beberapa SKPD telah mulai berjalan, dan saya memberikan apresiasi kepada PNS yang masuk pada hari pertama ini,” ujarnya. Mirisnya, tidak hanya PNS biasa yang tidak masuk pada hari pertama tersebut, akan tetapi juga dilakukan oleh pejabat eselon II yakni kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu, Ir Sahlan Sirad ME.  Walikota tampak sedikit terkejut saat mengunjungi Dinas Tata Kota, sementara kepala dinasnya tidak masuk kerja dengan alasan tidak ada pesawat ke Bengkulu, karena yang bersangkutan pulang mudik ke Jakarta.  ”Saya sangat menyanyangkan masih terdapat PNS atau pejabat yang tidak masuk pada hari pertama ini, karena sebelum libur telah diumukan agar tidak ada PNS atau pejabat yang nambuh liburnya

Di mana-mana Para Wisatawan Padati Objek Wisat

PINANG BELAPIS,- Tiga objek wisata andalan Kabupaten Lebong, yakni Danau Tes di Kecamatan Lebong Selatan, Pemandian Air Panas di Desa Air Putih, Kecamatan Pinang Belapis dan Danau Picung di komplek rumah Dinas Bupati Lebong, menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun luar untuk menikmati masa liburan Idul Fitri 1433 H.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyaknya pengunjung mulai terlihat sejak hari pertama Idul Fitri, Minggu (19/8). Dari Ketiga objek wisata tersebut yang paling banyak dikunjungi yakni Pemandian Air Panas di Desa Air Putih. Di hari kedua Lebaran tercatat sekitar 4000 pengunjung dengan menggunakan 300 mobil dan 1000 sepeda motor. Sedangkan di Danau Tes, keramaian tercatat terjadi di hari ketiga Idul Fitri yakni sekitar 3000 pengunjung, sedangkan keramaian di Danau Picung pun sejak lebaran ke dua telah nampak peningkatan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 1000 pengunjung.
“Hari ini (Senin, 20/8) tercatat masyarakat yang berkunjung ke Air Putih mencapai 4000 orang. Rata-rata pengunjung ini dari kaula muda dan keluarga yang datang dari luar daerah Lebong. Hari ini jumlah pengunjung belum mencapai puncaknya, biasanya puncaknya terjadi pada lebaran ke tiga dimana jumlah pengunjung didominasi oleh pengunjung dari luar daerah Lebong. Sejauh ini belum ada kejadian yang menonjol,” jelas Toto, salah satu petugas pintu masuk objek wisata Air Putih saat diwawancarai wartawan.
Selain itu, dihari ketiga Idul Fitri, Kapolres Lebong AKBP Drs Supriadi bersama Wakapolres Kompol Agus Desri Sandi SIK MM dan Kasat Lantas Ipda Yus Ade Elisia SH turun langsung untuk memantau situasi di objek Wisata Pemandian Air Panas Air Putih. Saat melakukan pemantauan di lokasi wisata Air Putih, Kapolres menghimbau kepada seluruh pengunjung untuk berhati-hati saat mandi, dan turun ke lokasi wisata, serta selalu menjaga dan mengawasi keluarga masing-masing dari bahaya.
“Alhamdulillah hingga saat ini situasi di objek wisata Air Putih masih aman dan kondusif. Hanya saja saya menghimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu berhati-hati saat mandi dan turun tangga, sebab jika tidak berhati-hati kita bisa jatuh apalagi saat ini jumlah pengunjung sangat ramai,” imbau Kapolres.
Burhan (45), salah satu pengunjung asal Pekanbaru saat ditanyai wartawan mengatakan, ia bersama keluarganya mengisi liburan lebaran ini untuk mengunjungi objek wisata pemandian Air Putih di Kabupaten Lebong. “Saya kebetulan tahun ini lebaran di Lebong di rumah mertua saya. Jadi mumpung di Lebong saya bersama keluarga menyempatkan untuk mengunjungi objek wisata air putih sebelum kembali ke Pekanbaru

2 Sungai Meluap, 7 desa terendam

SAM, – Dua sungai di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Seluma; Sungai Maras dan Sungai Alas sejak dini hari kemarin meluap. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter dari sedikitnya 7 desa di kecamatan tersebut. Banjir mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB sampai siang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dipastikan kerugian materi mencapai ratusan juta.
Ketujuh desa tersebut, yakni Gunung Bantan, Gunung Kembang, Jambat Akar, Maras Tengah, Talang Alai, Sendawar, dan Talang Kemang. Banjir terjadi setelah hujan lebat sejak pukul 22.00 WIB Rabu (22/8) sampai pukul 04.00 WIB dini hari kemarin. Selain itu, diduga hutan di kawasan hulu sungai sudah gundul akibat aktivitas penembangan hutan untuk keperluan pembukaan perkebunan kelapa sawit.
Kerugian materi yang dialami ratusan warga lantaran akibat banjir tersebut, sembako yang tengah disimpan di rumah-rumah penduduk menjadi rusak. Perabotan rumah tanggal rusak dan hanyut. Hewan ternak milik warga seperti kambing, domba, ayam, bebek dan sebagainya hanyut diseret arus. Selain itu ribuan hektar kebun palawija dan sawah warga rusak total dihantam banjir. Namun, hingga kemarin belum ada data pasti soal total kerugian akibat bencana tersebut.
Pantauan BE, hingga siang kemarin aktivitas warga di 7 desa tersebut seakan terhenti total. Karena hingga siang air masih menggenangi badan jalan dan ruamh-rumah warga. Salah seorang warga Desa Jambat Akar, Muhammad Ja’im (58) menuturkan perihal tersebut. Dikatakannya, hujan yang terjadi kemarin malam merupakan hujan lebat pertama kali setelah selama ini terjadi kemarau. Dirinya dan ratusan warga yang menjadi korban banjir hanya dapat meratapi bencana tersebut karena tak dapat berbuat banyak.
”Airnya tinggi nian. Banyak ternak hanyut serta perabotan hilang dan rusak akibat arus,” tutur Ja’im.
Terpisah, Kabag Humas Pemkab Seluma, Mulyasi SSos MM mengakui peristiwa bencana banjir tersebut. Dikatakannya, hingga kemarin Pemkab Seluma sudah mulai melakukan pendataan terhadap abjek akibat bencana, namun sampai kemarin pihaknya belum dapat menaksir jumlah kerugian yang timbul. Selain itu, Pemkab Seluma juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan panik kepada warg korban banjir yang disampaikan langsung oleh Plt Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH di desa-desa lokasi banjir.
Sementara itu, Plt Bupati Bundra Jaya melakukan kunjungan ke lokasi banjir mulai pukul 11.00 WIB. Yakni ke Desa Sendawar, Gunung Kembang, Jambat Akar, Talang Kemang, dan Talang Alai. ”Kita langsung ke sini (lokasi, red) setelah mendapat infromasi ini. Karena mendadak, kita baru membawa bantuan seadanya dulu. Selanjutnya, kita minta Kades yang bersangkutan mendata akibat banjir ini untuk diajukan ke Pemkab Seluma

16 Tewas.3 kendaraan dan 5 bangunan terbakar



GADING CEMPAKA, – Di antara suka cita merayakan lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, tak sedikit pula yang berduka. Sejumlah peristiwa tragis dan musibah beruntun terjadi selama arus mudik dan balik lebaran. Tercatat, selama H-3 dan H+3 Lebaran tahun ini, setidaknya ada sekitar 40 kasus kecelakaan lalulintas dengan korban tewas mencapai sebanyak 16 orang, 15 menderita luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. Bahkan, hingga sejauh ini masih ada korban kecelakaan yang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Bengkulu. Kecelakaan maut itu didominasi kendaraan roda dua. ”Angka kecelakaan cukup meningkat di tahun ini,” tutur Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, kemarin. Lokasi kejadian kecelakaan, sambung mantan Wakapolda Banten itu, didominasi pada jalan – jalan lintas, jalan negara dan jalan provinsi. Faktor kecelakaan terjadi, mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi, ugal – ugalan, jalan yang berlubang dan jumlah kendaraan yang cukup banyak. Tingginya angka kecelakaan sudah diprediksi dengan melakukan beragam upaya preventif. “Tapi kecelakaan masih saja banyak terjadi. Namun ini akan menjadi evaluasi kita,” ucapnya.
Si Jago Merah
Musibah lain yang banyak terjadi selama lebaran ini adalah kebakaran. Keganasan si jago merah tercatat telah membakar 5 bangunan terdiri dari 1 kantor dan 4 rumah. Tak hanya itu saja, serta 2 motor dan 1 mobil ikut hangus. Peristiwa ini terjadi rentang waktu sehari sebelum lebaran hingga kemarin. Pemicunya pun beragam mulai dari korsleting listrik hingga gas. Kebakaran diawali Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Rusli (50) jalan Bhayangkara Dua Sukowati Kelurahan Talang Rimbo Baru menjadi korbannya. Rumahnya dilahap si jago merah. Beruntung, tidak semua bagian rumah terbakar. Namun korban harus merugi hingga puluhan juta rupiah karena mobil jenis Toyota Kijang BG 1813 LH, dua motor Vespa dan beberapa perlengkapan rumah tangga lainnya ludes terbakar. Api pertama kali berasal dari garasi mobil diduga percikan api yang berasal dari mobil hingga memicu kebakaran. ”Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Apakah benar-benar dari korsleting kendaraan atau penyebab lainya,” jelas Kapolres Rejang lebong AKBP Edy Suroso mellaui kasat reskrim AKP Hardidinata Amukan api juga menyerang kediaman Ari (35) warga Kampung Bogor Kepahiang. Saat itu korban tengah takbiran, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (18/8). Api sisa pembakaran kayu di dapur usai memasak air melahap dinding rumah. Beruntung tetangga korban, Sandi (30) cepat mengetahui sebelum api berkobar. Sehingga dengan bantuan PBK, api bisa cepat dipadamkan ”Sebelum menyambar dinding api kayu bakar terlebih dahulu membakar kayu yang belum digunakan korban dan berada di sekitar tungku memasak tersebut,” terang Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kapolsek Kepahiang, Iptu Ade Zaldi SFarm Seakan belum puas, si jago merah berkobar di Bengkulu Tengah (Benteng), Sabtu (18/8). Korbannya 2 orang sekaligus, Anirhan (40) dan Tabri (25), keduanya warga Desa Susup Merigi Sakti. Niat untuk merayakan lebaran di rumah sendiri justru sirna. Rumah mereka ludes terbakar dipicu api yang menyambar gas di dapur korban. Api berasal dari dapur rumah milik Anirhan, ketika istri korban tengah memasak. Kemudian meninggalkan sesaat kompor tersebut dalam keadaan api menyala. Api diduga menyambar bagian papan rumah semi permanen tersbut hingga kemudian menjalar ke seluruh ruangan dapur dan menyebar sampai ke depan rumah. Api kemudian juga menyambar perumahan sekolah yang berdekatan langsung dengan sumber api. Api selanjutnya juga melahap perumahan yang ditempati guru honorer SD N 09 Desa Susup, M Tabri. “Api bersumber dari kompor waktu istri korban tengah memasak lantas menjalar dan menyebar ke seluruh ruangan. Rumah semi permanen itu langsung dilalap api. Juga perumahan SD yang ada dekat api hingga melahap sampai ludes,” terang Sutan pada BE, kemarin. Dikatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat keluarga korban Anirhan yang berjumlah 5 orang berkumpul di tengah rumah. Namun api yang mulai berkobar tak bisa dipadamkan. Setengah jam kemudian, salah satu rumah ludes, berikut perumahan lainnya, ikut ludes. Tidak ada barang-barang berharga yang dapat diselamatkan. “Sekitar setengah jam api mulai padam, seluruh rumah seluruhnya sudah terbakar. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan,” kata Sutan.
Asset Pemerintah
Tak kalah heboh saat PNS baru saja masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran. Siang kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB ruangan Arsip dan Pembinaan Transmigrasi di Dinas Transmigrasi dan PPH Provinsi Bengkulu di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Harapan ludes terbakar. Kobaran api bersumber dari bakaran sampah yang terletak di belakang gedung yang terdiri dua lantai tersebut. Angin kencang, sehingga kobaran api langsung merambat kebagian plafon ruangan yang terletak di tengah – tengah tersebut. Dalam waktu sekejap, seluruh arsip habis ludes terbakar. Hanya 2 CPU komputer saja yang berhasil diselamatkan para karyawan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi di tengah hari bolong tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat dari kejadian kebakaran itu. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi, Plt Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamsyah, Sekprov Asnawi A Lamat, Kadis Transmigrasi Husni Hasanudin langsung meninjau kelokasi kejadian. Dikatakan Husni sebelum kejadian, petugas kebersihan kantor bernama Agung tengah membakar sampah persis di belakang gedung yang terdiri dari 2 lantai tersebut. Hanya saja, setelah api yang tengah membakar sampah itu sudah hidup, si penjaga kantorpun pergi meninggalkan bakaran sampah.
1 Petugas Cedera
Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang kian membesar. Salah seorang petugas PBK, Jupri Efendi mengalami cedera. Bagian punggung sebelah kirinya tertimpa kayu yang berasal dari atap gedung yang terbakar dan harus dilarikan ke RSUD M Yunus Bengkulu. Sementara itu, Kapolda didampingi Kapolsek Gading Cempaka, AKP Myandra Eka W, membenarkan terkait musibah kebakaran di ruangan arsip transmigrasi tersebut. Hanya saja, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikanpihaknya lebih lanjut

Sumber BE
 
Support : Creating Website | gunturzakaw91 | Ganing Sakewa Azigazuru
Copyright © 2011. Aneka Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Sakewa Published by Aneh dan Unik
Proudly powered by Gegesuran Plesetan Umban