Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Rampok Di Lmebak Akan Di Tindas Dengan Tegas

ukung Kapolda Tindak Tegas Rampok di Lembak


 Tekad Kapolda Bengkulu Brigjend Drs.H. Burhanuddin Andi, SH,MH membersihkan kawasan Lembak Kabupaten Rejang Lebong, dari pelaku perampokan, pemerasan dan bentuk kriminalitas lainnya dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tepat. Pengamat Sosial dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susyanto,M.Si berpendapat sudah saatnya tindakan tegas diambil demi kepentingan masyarakat secara umum.
“Aksi premanisme dan kriminalitas disana melanggar hukum. Dalam presfektif sosial hukum, tidak dibenarkan melakukan tindakan kriminal dengan alasan apapun. Baik dengan melakukan perampokan maupun pemerasan setiap masyarakat yang melintas,” kata Susyanto.
Tindakan aparat kepolisian, menangkap oknum yang melakukan premanisme, hingga dilakukan penembakan tentulah tidak melanggar HAM (Hak Azazi Manusia), seperti yang didengung-dengungkan segelintir pihak selama ini. Termasuk mengeluarkan tembakan senjata api. Sebaliknya, perilaku premanisme yang terjadi selama inilah, kata dia yang telah melanggar HAM masyarakat.
“Kalau menembak, karena pelaku melakukan perlawanan saat mau ditangkap. Apalagi dapat mengancam keselamatan aparat kepolisian, tidak ada masalah mengeluarkan tembakan. Itu sudah ada dalam SOP (Standart Operasional Prosedur). Yang salah itu, kalau tiba-tiba mengeluarkan tembakan,” katanya.
Bila aksi premanisme tersebut dibiarkan, hampir dipastikan akan terus menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan ketakutan bagi masyarakat yang melintas. Bukan hanya mengganggu sistem keamanan, tetapi juga sektor ekonomi. Dan dikhawatirkan akan menjadi cacatan hitam investor, sehingga membatalkan niatnya untuk menanamkan investasi.
“Dampaknya sangat luas biasa. Contoh kecil saja, kalau kendaraan pendistribusian penunjang perekonomian banyak yang tidak jadi melintas, seperti mengangkut gas elpiji dan lain-lain. Tentu akan mengganggu orang banyak kan,” pungkasnya.
Namun demikian, dia berharap aparat kepolisian juga melakukan upaya prepentif melalui aspek kultural. Dicari akar permasalahan, yang menyebabkan terjadinya aksi premanisme tersebut. “Kita harus tahu, apa yang menjadi akar permasalahannya. Apakah karena faktor kesenjangan sosial atau yang lain. Libatkan semua stakeholders yang berperan. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain-lain,” saran Susyanto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden BEM Universitas Bengkulu, Hendra Irawan. Menurutnya, aksi perampokan dan pemerasan yang dilakukan oleh segelintir orang telah menzalimi banyak orang. Bahkan dapat memberikan trauma yang mendalam. Menurutnya, sudah saatnya aparat penegak hukum mengambil tindakan sangat tegas.
“Kalau langkah prepentif tidak digubris lagi, sudah saatnya ditindak tegas. Sehingga aksi perampokan tidak terjadi lagi di sana,” tutupnya.
Sekda : Pendekatan Persuasif Melalui Camat
Sementara itu, Sekda Rejang Lebong (RL), Drs. Sudirman dengan tegas mengatakan, sampai sejauh ini Pemda RL tetap menunjukkan kepedulian terhadap gejolak di Lembak. Ia membantah keras isu yang beredar yang sengaja ingin memperkeruh situasi dengan mengatakan Pemda RL tidak peduli dengan polemik yang terjadi di Lembak saat ini.
‘’Sejak terjadi bentrok pertama di Binduriang, kami sudah melakukan upaya pendekatan. Bahkan bupati sudah berniat turun langsung ke lokasi kejadian di hari pertama bentrok. Karena kondisinya belum memungkinkan, terpaksa hanya sampai di Desa Mojorejo, Sindang Kelingi. Begitu juga dengan gejolak kedua di Desa Belitar Muka, kami sudah memerintahkan camat setempat melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Lembak agar konflik mereda,’’ kata Sekda.
Melalui camat yang bertugas di Lembak, lanjut Sekda, pihaknya berharap bisa melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah serta tokoh masyarakat dan pemuka agama yang intinya mengajak masyarakat Lembak sama-sama menjaga situasi kondusif di Lembak. Untuk masalah bentrok sebagian warga Lembak dengan polisi, pihaknya hanya berkapasitas sebagai mediator.
‘’Apa-apa saja yang akan ditempuh agar kondisi di Lembak kembali kondusif. Tergantung kesepakatan polisi dengan warga Lembak itu sendiri. Kami tidak mencampuri apa yang akan ditempuh. Pada intinya kami menginginkan yang terbaik untuk masyarakat Lembak, polisi dan masyarakat RL secara keseluruhan. Begitu juga dengan masalah penindakan hukum, itu sepenuhnya kewenangan polisi,’’ pungkas Sekda.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3NKRI) Provinsi Bengkulu, Herman Amal menilai tindakan Pemda RL yang hanya memerintahkan camat untuk penyelesaian konflik di Lembak belum optimal. Mengingat konflik ini sudah semakin melebar, bahkan skalanya sudah nasional, sudah sepantasnya bupati turun langsung.
‘’Mulai dari bupati, camat hingga kades dan lurah semuanya harus berperan aktif. Mereka harus duduk satu meja dengan tokoh masyarakat Lembak dan aparat penegak hukum guna mencari solusi terbaik. Tidak mesti dengan penindakan, saya yakin masih banyak tokoh masyarakat Lembak yang mampu menyelesaikan konflik ini. Asalkan Pemda RL juga turun tangan meyakinkan polisi melakukan pendekatan kepada masyarakat Lembak,
 

Warga Sempat Di Sandra

CURUP, BE – Jumlah korban peristiwa berdarah di kawasan Lembak Kabupaten Rejang nyaris bertambah. Agus (38) warga Desa Mojorejo kecamatan Sindang Keling hampir dijadikan amukan massa. Bahkan ia sempat disandera. Beruntung ia cepat diamankan di salah satu ruangan di rumah duka Edi Bagong di Desa Belitar Muka. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Agus disandera warga karena dicurigai sebagai mata-mata polisi. Setelah melalui proses mediasi serta proses evakuasi oleh TNI dan Polri, warga tersebut berhasil diselamatkan sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Data berhasil dihimpun wartawan, mulanya, Agus tengah berada di lokasi kejadian mengikuti sebuah kegiatan pesta pernikahan. Tiba-tiba, ada salah satu warga yang melihat Agus tengah membuat pesan singkat berupa informasi kepada polisi. Warga pun merampas handphone Agus. Sontak hal itu membuat warga lainnya kaget dan mencoba untuk meringkus Agus. Mengetahui hal ini, salah satu rekan Agus langsung mengambil inisiatif untuk mengamankan agus dan membawanya ke rumah duka. Setibanya di rumah duka, Agus langsung diamankan di salah satu kamar dandijaga oleh beberapa orang TNI dari Koramil PUT hingga siang hari. Siangnya, warga Kecamatan Binduriang yang mengetahui keberadaan Agus di rumah duka mencoba untuk mengajak Agus untuk dibawa ke Desa Kepala Curup. Namun, hal itu tidak diperbolehkanoleh anggota TNI yang berjaga. Karena situasi semakin tak kondusiof dan kerumunan warga semakin banyak akhirnya pihak Kodim 0409 RL, Polres RL dan Sat Brimobda RL mengambil inisiatif untuk menjemput Agus di rumah duka. Setibanya di rumah duka, beberapa anggota Kodim langsung menjemput Agus di salah satu kamar dan membawa agus keluar dengan cara mengganti pakaian agus dengan pakaian loreng TNI. Akhirnya, Agus berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat persembunyian yang aman. “Alhamdulilah, korban sandera sudah berhasil kita amankan. Kami hanya tidak ingin ada pertumpahan darah lagi akibat kejadian ini,” tegas Dandim 0409 RL Letkon Inf Yanto Kurno Hendarto saat melakukan komunikasi dengan warga usai evakuasi. Dandim bersama beberapa polisi bahkan turun langsung untuk mengajak warga membuka material pemblokiran akses lintas Curup-Lubuklinggau. Dandim bersama warga dan beberapa personil TNI melakukan patroli dari Sindang Kelingi hingga ke Kecamatan Padang Ulak Tanding untuk memastikan tidak ada lagi material pemblokiran. “Semua material pemblokiran sudah dibuka, dan sudah bisa digunakan pengguna jalan,” terangnya. (999)
 

Istri perwia TNI di Rampok

CURUP,– Aksi perampokan masih terus terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau, meski material pemblokiran paska bentrok sudah tidak lagi menghalangi pengguna jalan. Kamis dinihari (21/6) sekitar pukul 00.20WIB, istri anggota Denpom Bengkulu berpangkat kapten yang menumpang mobil travel Tran Wisata dari Palembang menuju Bengkulu menjadi sasaran aksi perampokan dan pemerasan. Bukan hanya istri anggota TNI, pengemudi serta penumpang lain yang ikut menjadi penumpang travel juga jadi sasaran aksi perampasan. Selain itu, kaca depan travel jenis mobil Innova silver dengan Nopol B 868 PY dipecah menggunakan balok kayu dan batu. Uang jutaan rupiah milik penumpang dan supir juga raib dibawa kabur perampok bersenjata pisau bahkan diketahui membawa kecepek (jenis senpi rakitan). Menurut keterangan supir travel tran wisata, Arifin (35), warga kilometer 6,5 Kota Bengkulu, peristiwa itu berawal saat dirinya bersama empat penumpang salah satunya isteri anggota Denpom Bengkulu melaju dari arah Palembang menuju Bengkulu. Kendaraan berjalan konvoi dengan dua kendaraan lainya dengan posisi kendaraan naas itu di tengah. Tepat di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi, tiba-tiba kendaraan yang dibawanya diiringi oleh pelaku menggunakan kendaraan sepeda motor dengan jumlah 6 orang. Saat itu, sopir travel diminta untuk menghentikan lajy kendaraannya. Setelah berhenti pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan meminta sejumlah uang yang oleh penumpang mobil tersebut. “Mereka minta rokok dan biaya minum. Saat saya menggelurkan dompet untuk memberikan uang, dompet saya malah langsung dirampas,” tuturnya. Arifin mengaku mencoba mengambil kembali dompet miliknya, namun dipukul bahkan disulut api rokok di bagian hidung hingga berdarah dan berbekas seperti luka bakar. “Jahat betul pelaku itu, kaca depan mobil dipukul kayu sampai retak. Uang serta tas penumpang saya dijarah dengan paksa oleh para pelaku. Salah satu penumpang saya itu bahkan istri perwira TNI ikut dirampas uangnya,” aku Arifin.
Berdasarkan pengamatan Arifin, pelaku terlihat membawa sajam, sedangkan penumpang melihat ada pelaku yang membawa senjata api rakitan. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Rejang Lebong, ia berharap mendapatkan keadilan. Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Kariana SIK melalui Kasat Reskrim AKP Hardidinata SIK membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah mendapatkan laporan dari korban, untuk kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Aksi Curas Marak
Paska bentrok di jalan lintas Curup-Lubuklinggau antara Polisi dan warga, sedikitnya ada 10 laporan tindak kejahatan pencurian disertai kekerasan (curas) yang terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau. Empat diantaranya melapor ke Polsek Sindang Kelingi sisa korban lainnya melaporkan ke Polres Rejang Lebong. Kasat Reskrim dikonfirmasi wartawan tidak membantah kabar tersebut. “Kami sudah menerima 10 laporan paska bentrok, ada 10 laporan masyarakat yang rata-rata pengendara motor,” katanya. Dijelaskan Hardidinata, dari kasus curas tersebut diantaranya kendaraan roda dua dan sejumah uang yang menjadi korban pengendara motor dirampas oleh para pelaku. “Sepuluh kasus curas ini yang melapor, informasinya ada belasan kasus curas yang terjadi namun tidak melaporkan ke polisi. Kami jemput bola agar warga tetap melaporkan kejadian yang mereka alami,” ujarnya. Kasat menerangkan, polisi akan tetap melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan di wilayah Polres RL. Secara bertahap polisi akan melakukan pengungkapan, dan hal itu tidak lepas dari peran serta masyarakat untuk berperan aktif ikut memerangi aksi kejahatan. “Sejatinya keamanan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Tanpa bantuan masyarakat polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa,” tuturnya. (999)


Related News

Sumber. BE
 

14 orang tewas akiabat baku tembak

Sedikitnya, 14 orang tewas dalam serangan dan baku tembak antara kelompok Taliban dan militer Afganistan. Menurut warta Xinhua pada Kamis (24/5/2012),  dua anggota Kepolisian Nasional Afganistan (ANP) tewas dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Helmand.
Kemudian, di Kandahar, tiga anggota Taliban tewas dalam baku tembak dengan polisi Afganistan. Dalam insiden itu, satu orang polisi cedera.
Di Provinsi Logar, timur Afganistan, sembilan anggota Taliban tewas dalam penggerebekan militer Afganistan dukungan NATO. Namun, tiga anggota militer Afganistan juga tewas dalam insiden itu.
 

Tni Bentrok Dengan Brimob. 4 terkena Luka tembak

JAKARTA- Pasukan Brimob dan TNI terlibat bentrok dan  baku tembak di Kabupaten Limboto, Gorontalo. Akibatnya, empat orang mengalami luka tembak dan dua orang luka akibat lemparan batu. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen M Taufik mengatakan, kejadian ini bermula saat pasukan Brimob berpatroli dengan menggunakan truk melintasi depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limboto dilempari batu oleh orang yang tak dikenal pada pukul 23.00 Wita . Akibat lemparan batu itu, dua polisi mengalami luka-luka di bagian kepala.

Mendapat perlakuan tersebut, polisi kemudian melalukan razia dan diketahui yang melakukan pelemparan ternyata anggota TNI. Selanjutnya, pada Minggu dinihari, anggota Brimob melakukan penangkapan terhadap anggota TNI tersebut.
 
Tak senang rekannya ditangkap, anggota TNI yang lain melakukan penyerangan kepada anggota Brimob. Alhasil, bentrokan tak terelakan.  Anggota Brimob melepaskan tembakan ke udara guna melerai pertikaian. Namun, tembakan itu justru mengenai empat orang anggota TNI yang saat ini masih belum diketahui nama-namanya itu.

Sementara itu, lanjut Taufik, korban yang mengalami luka lemparan batu dan luka tembak kini dilarikan ke Rumah Sakit Limboto, Gorontalo dan masih menjalani perawatan.
“Tidak ada yang luka serius, yang terkena tembakan juga tidak serius, cuma peluru karet," kata Taufik kepada gunturzakaw91., Minggu (22/4/2012). 
 

3 TKI di duga menjadi Korban Perdagangan Organ tubuh

JAKARTA, http://gunturzakaw91.blogspot.com/- Tiga tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat tewas di Malaysia dalam kondisi tak wajar. Mereka diduga merupakan korban perdagangan organ tubuh manusia.
Ketiga TKI itu, seperti tertulis dalam siaran pers Migrant Care, Minggu (22/4/2012) masing-masing adalah Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon.
Mereka dipulangkan dari Malaysia pada tanggal 5 April 2012 dalam keadaan tidak bernyawa. Mereka diduga kuat adalah korban penjualan organ tubuh.
Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, dugaan tersebut berawal dari keterangan pihak keluarga. "Di dalam tubuh ketiga jenazah tersebut ditemukan jahitan tidak wajar, yakni di kedua mata, dada, dan perut bagian bawah," ujar dia.
Sementara, surat keterangan dari KBRI Kuala Lumpur nomor 0817/SK-JNH/04/2012, nomor 0818/SK-JNH/04/2012, dan nomor 0819/SK-JNH/04/2012 yang ditandatangani Heru Budiarso (Sekretaris Kedua Konsuler) tidak melakukan pengecekan atas sebab-sebab kematian terhadap ketiga TKI tersebut.
Atas dugaan tersebut, keluarga korban dengan didampingi oleh Koslata dan Migrant CARE berencana menemui Direktorat Perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggung-jawaban atas kasus tersebut, Senin (23/4/2012) besok.
Menurut Anis, kasus ini menjadi ujian nyata dari implementasi ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya yang baru saja disahkan.
 

Bocah 5 Tahun Tewas di tangan ayahnya sendiri

KARAWANG,- Tiara, bocah umur 5 tahun, tewas di tangan ayahnya sendiri, Ma'mun, di Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/4/2012). Kepada polisi, Ma'mun mengakui perbuatannya.
Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Namun,
 Ilustrasi
 polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Ma'mun, yang dinilai aneh, antara lain mengakui perbuatannya dengan tanpa penyesalan.
Tiara ditemukan tewas di kamar rumahnya di Dusun Krajan RT 1/5 Desa Pasirkamuning, Minggu pukul 03.00 WIB. Kepolisian Sektor Telagasari mendapat laporan tentang pembunuhan itu, dari tetangga korban dan kemudian mendatangi lokasi.
Ma'mun diduga nekat menghabisi nyawa putrinya, karena frustasi dan banyak hutang. Dia diduga mencari pesugihan. Ma'mun membunuh Tiara yang sedang tidur dengan menggunakan pisau.
"Pelaku ditangkap di rumahnya dan kini ditahan di Mapolsek Telagasari," tambah Arman.
 
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2012

Rampok Di Lmebak Akan Di Tindas Dengan Tegas

ukung Kapolda Tindak Tegas Rampok di Lembak


 Tekad Kapolda Bengkulu Brigjend Drs.H. Burhanuddin Andi, SH,MH membersihkan kawasan Lembak Kabupaten Rejang Lebong, dari pelaku perampokan, pemerasan dan bentuk kriminalitas lainnya dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tepat. Pengamat Sosial dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susyanto,M.Si berpendapat sudah saatnya tindakan tegas diambil demi kepentingan masyarakat secara umum.
“Aksi premanisme dan kriminalitas disana melanggar hukum. Dalam presfektif sosial hukum, tidak dibenarkan melakukan tindakan kriminal dengan alasan apapun. Baik dengan melakukan perampokan maupun pemerasan setiap masyarakat yang melintas,” kata Susyanto.
Tindakan aparat kepolisian, menangkap oknum yang melakukan premanisme, hingga dilakukan penembakan tentulah tidak melanggar HAM (Hak Azazi Manusia), seperti yang didengung-dengungkan segelintir pihak selama ini. Termasuk mengeluarkan tembakan senjata api. Sebaliknya, perilaku premanisme yang terjadi selama inilah, kata dia yang telah melanggar HAM masyarakat.
“Kalau menembak, karena pelaku melakukan perlawanan saat mau ditangkap. Apalagi dapat mengancam keselamatan aparat kepolisian, tidak ada masalah mengeluarkan tembakan. Itu sudah ada dalam SOP (Standart Operasional Prosedur). Yang salah itu, kalau tiba-tiba mengeluarkan tembakan,” katanya.
Bila aksi premanisme tersebut dibiarkan, hampir dipastikan akan terus menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan ketakutan bagi masyarakat yang melintas. Bukan hanya mengganggu sistem keamanan, tetapi juga sektor ekonomi. Dan dikhawatirkan akan menjadi cacatan hitam investor, sehingga membatalkan niatnya untuk menanamkan investasi.
“Dampaknya sangat luas biasa. Contoh kecil saja, kalau kendaraan pendistribusian penunjang perekonomian banyak yang tidak jadi melintas, seperti mengangkut gas elpiji dan lain-lain. Tentu akan mengganggu orang banyak kan,” pungkasnya.
Namun demikian, dia berharap aparat kepolisian juga melakukan upaya prepentif melalui aspek kultural. Dicari akar permasalahan, yang menyebabkan terjadinya aksi premanisme tersebut. “Kita harus tahu, apa yang menjadi akar permasalahannya. Apakah karena faktor kesenjangan sosial atau yang lain. Libatkan semua stakeholders yang berperan. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain-lain,” saran Susyanto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden BEM Universitas Bengkulu, Hendra Irawan. Menurutnya, aksi perampokan dan pemerasan yang dilakukan oleh segelintir orang telah menzalimi banyak orang. Bahkan dapat memberikan trauma yang mendalam. Menurutnya, sudah saatnya aparat penegak hukum mengambil tindakan sangat tegas.
“Kalau langkah prepentif tidak digubris lagi, sudah saatnya ditindak tegas. Sehingga aksi perampokan tidak terjadi lagi di sana,” tutupnya.
Sekda : Pendekatan Persuasif Melalui Camat
Sementara itu, Sekda Rejang Lebong (RL), Drs. Sudirman dengan tegas mengatakan, sampai sejauh ini Pemda RL tetap menunjukkan kepedulian terhadap gejolak di Lembak. Ia membantah keras isu yang beredar yang sengaja ingin memperkeruh situasi dengan mengatakan Pemda RL tidak peduli dengan polemik yang terjadi di Lembak saat ini.
‘’Sejak terjadi bentrok pertama di Binduriang, kami sudah melakukan upaya pendekatan. Bahkan bupati sudah berniat turun langsung ke lokasi kejadian di hari pertama bentrok. Karena kondisinya belum memungkinkan, terpaksa hanya sampai di Desa Mojorejo, Sindang Kelingi. Begitu juga dengan gejolak kedua di Desa Belitar Muka, kami sudah memerintahkan camat setempat melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Lembak agar konflik mereda,’’ kata Sekda.
Melalui camat yang bertugas di Lembak, lanjut Sekda, pihaknya berharap bisa melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah serta tokoh masyarakat dan pemuka agama yang intinya mengajak masyarakat Lembak sama-sama menjaga situasi kondusif di Lembak. Untuk masalah bentrok sebagian warga Lembak dengan polisi, pihaknya hanya berkapasitas sebagai mediator.
‘’Apa-apa saja yang akan ditempuh agar kondisi di Lembak kembali kondusif. Tergantung kesepakatan polisi dengan warga Lembak itu sendiri. Kami tidak mencampuri apa yang akan ditempuh. Pada intinya kami menginginkan yang terbaik untuk masyarakat Lembak, polisi dan masyarakat RL secara keseluruhan. Begitu juga dengan masalah penindakan hukum, itu sepenuhnya kewenangan polisi,’’ pungkas Sekda.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3NKRI) Provinsi Bengkulu, Herman Amal menilai tindakan Pemda RL yang hanya memerintahkan camat untuk penyelesaian konflik di Lembak belum optimal. Mengingat konflik ini sudah semakin melebar, bahkan skalanya sudah nasional, sudah sepantasnya bupati turun langsung.
‘’Mulai dari bupati, camat hingga kades dan lurah semuanya harus berperan aktif. Mereka harus duduk satu meja dengan tokoh masyarakat Lembak dan aparat penegak hukum guna mencari solusi terbaik. Tidak mesti dengan penindakan, saya yakin masih banyak tokoh masyarakat Lembak yang mampu menyelesaikan konflik ini. Asalkan Pemda RL juga turun tangan meyakinkan polisi melakukan pendekatan kepada masyarakat Lembak,

Warga Sempat Di Sandra

CURUP, BE – Jumlah korban peristiwa berdarah di kawasan Lembak Kabupaten Rejang nyaris bertambah. Agus (38) warga Desa Mojorejo kecamatan Sindang Keling hampir dijadikan amukan massa. Bahkan ia sempat disandera. Beruntung ia cepat diamankan di salah satu ruangan di rumah duka Edi Bagong di Desa Belitar Muka. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Agus disandera warga karena dicurigai sebagai mata-mata polisi. Setelah melalui proses mediasi serta proses evakuasi oleh TNI dan Polri, warga tersebut berhasil diselamatkan sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Data berhasil dihimpun wartawan, mulanya, Agus tengah berada di lokasi kejadian mengikuti sebuah kegiatan pesta pernikahan. Tiba-tiba, ada salah satu warga yang melihat Agus tengah membuat pesan singkat berupa informasi kepada polisi. Warga pun merampas handphone Agus. Sontak hal itu membuat warga lainnya kaget dan mencoba untuk meringkus Agus. Mengetahui hal ini, salah satu rekan Agus langsung mengambil inisiatif untuk mengamankan agus dan membawanya ke rumah duka. Setibanya di rumah duka, Agus langsung diamankan di salah satu kamar dandijaga oleh beberapa orang TNI dari Koramil PUT hingga siang hari. Siangnya, warga Kecamatan Binduriang yang mengetahui keberadaan Agus di rumah duka mencoba untuk mengajak Agus untuk dibawa ke Desa Kepala Curup. Namun, hal itu tidak diperbolehkanoleh anggota TNI yang berjaga. Karena situasi semakin tak kondusiof dan kerumunan warga semakin banyak akhirnya pihak Kodim 0409 RL, Polres RL dan Sat Brimobda RL mengambil inisiatif untuk menjemput Agus di rumah duka. Setibanya di rumah duka, beberapa anggota Kodim langsung menjemput Agus di salah satu kamar dan membawa agus keluar dengan cara mengganti pakaian agus dengan pakaian loreng TNI. Akhirnya, Agus berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat persembunyian yang aman. “Alhamdulilah, korban sandera sudah berhasil kita amankan. Kami hanya tidak ingin ada pertumpahan darah lagi akibat kejadian ini,” tegas Dandim 0409 RL Letkon Inf Yanto Kurno Hendarto saat melakukan komunikasi dengan warga usai evakuasi. Dandim bersama beberapa polisi bahkan turun langsung untuk mengajak warga membuka material pemblokiran akses lintas Curup-Lubuklinggau. Dandim bersama warga dan beberapa personil TNI melakukan patroli dari Sindang Kelingi hingga ke Kecamatan Padang Ulak Tanding untuk memastikan tidak ada lagi material pemblokiran. “Semua material pemblokiran sudah dibuka, dan sudah bisa digunakan pengguna jalan,” terangnya. (999)

28 Juni 2012

Istri perwia TNI di Rampok

CURUP,– Aksi perampokan masih terus terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau, meski material pemblokiran paska bentrok sudah tidak lagi menghalangi pengguna jalan. Kamis dinihari (21/6) sekitar pukul 00.20WIB, istri anggota Denpom Bengkulu berpangkat kapten yang menumpang mobil travel Tran Wisata dari Palembang menuju Bengkulu menjadi sasaran aksi perampokan dan pemerasan. Bukan hanya istri anggota TNI, pengemudi serta penumpang lain yang ikut menjadi penumpang travel juga jadi sasaran aksi perampasan. Selain itu, kaca depan travel jenis mobil Innova silver dengan Nopol B 868 PY dipecah menggunakan balok kayu dan batu. Uang jutaan rupiah milik penumpang dan supir juga raib dibawa kabur perampok bersenjata pisau bahkan diketahui membawa kecepek (jenis senpi rakitan). Menurut keterangan supir travel tran wisata, Arifin (35), warga kilometer 6,5 Kota Bengkulu, peristiwa itu berawal saat dirinya bersama empat penumpang salah satunya isteri anggota Denpom Bengkulu melaju dari arah Palembang menuju Bengkulu. Kendaraan berjalan konvoi dengan dua kendaraan lainya dengan posisi kendaraan naas itu di tengah. Tepat di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi, tiba-tiba kendaraan yang dibawanya diiringi oleh pelaku menggunakan kendaraan sepeda motor dengan jumlah 6 orang. Saat itu, sopir travel diminta untuk menghentikan lajy kendaraannya. Setelah berhenti pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan meminta sejumlah uang yang oleh penumpang mobil tersebut. “Mereka minta rokok dan biaya minum. Saat saya menggelurkan dompet untuk memberikan uang, dompet saya malah langsung dirampas,” tuturnya. Arifin mengaku mencoba mengambil kembali dompet miliknya, namun dipukul bahkan disulut api rokok di bagian hidung hingga berdarah dan berbekas seperti luka bakar. “Jahat betul pelaku itu, kaca depan mobil dipukul kayu sampai retak. Uang serta tas penumpang saya dijarah dengan paksa oleh para pelaku. Salah satu penumpang saya itu bahkan istri perwira TNI ikut dirampas uangnya,” aku Arifin.
Berdasarkan pengamatan Arifin, pelaku terlihat membawa sajam, sedangkan penumpang melihat ada pelaku yang membawa senjata api rakitan. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Rejang Lebong, ia berharap mendapatkan keadilan. Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Kariana SIK melalui Kasat Reskrim AKP Hardidinata SIK membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah mendapatkan laporan dari korban, untuk kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Aksi Curas Marak
Paska bentrok di jalan lintas Curup-Lubuklinggau antara Polisi dan warga, sedikitnya ada 10 laporan tindak kejahatan pencurian disertai kekerasan (curas) yang terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau. Empat diantaranya melapor ke Polsek Sindang Kelingi sisa korban lainnya melaporkan ke Polres Rejang Lebong. Kasat Reskrim dikonfirmasi wartawan tidak membantah kabar tersebut. “Kami sudah menerima 10 laporan paska bentrok, ada 10 laporan masyarakat yang rata-rata pengendara motor,” katanya. Dijelaskan Hardidinata, dari kasus curas tersebut diantaranya kendaraan roda dua dan sejumah uang yang menjadi korban pengendara motor dirampas oleh para pelaku. “Sepuluh kasus curas ini yang melapor, informasinya ada belasan kasus curas yang terjadi namun tidak melaporkan ke polisi. Kami jemput bola agar warga tetap melaporkan kejadian yang mereka alami,” ujarnya. Kasat menerangkan, polisi akan tetap melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan di wilayah Polres RL. Secara bertahap polisi akan melakukan pengungkapan, dan hal itu tidak lepas dari peran serta masyarakat untuk berperan aktif ikut memerangi aksi kejahatan. “Sejatinya keamanan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Tanpa bantuan masyarakat polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa,” tuturnya. (999)


Related News

Sumber. BE

24 Mei 2012

14 orang tewas akiabat baku tembak

Sedikitnya, 14 orang tewas dalam serangan dan baku tembak antara kelompok Taliban dan militer Afganistan. Menurut warta Xinhua pada Kamis (24/5/2012),  dua anggota Kepolisian Nasional Afganistan (ANP) tewas dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Helmand.
Kemudian, di Kandahar, tiga anggota Taliban tewas dalam baku tembak dengan polisi Afganistan. Dalam insiden itu, satu orang polisi cedera.
Di Provinsi Logar, timur Afganistan, sembilan anggota Taliban tewas dalam penggerebekan militer Afganistan dukungan NATO. Namun, tiga anggota militer Afganistan juga tewas dalam insiden itu.

22 April 2012

Tni Bentrok Dengan Brimob. 4 terkena Luka tembak

JAKARTA- Pasukan Brimob dan TNI terlibat bentrok dan  baku tembak di Kabupaten Limboto, Gorontalo. Akibatnya, empat orang mengalami luka tembak dan dua orang luka akibat lemparan batu. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen M Taufik mengatakan, kejadian ini bermula saat pasukan Brimob berpatroli dengan menggunakan truk melintasi depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limboto dilempari batu oleh orang yang tak dikenal pada pukul 23.00 Wita . Akibat lemparan batu itu, dua polisi mengalami luka-luka di bagian kepala.

Mendapat perlakuan tersebut, polisi kemudian melalukan razia dan diketahui yang melakukan pelemparan ternyata anggota TNI. Selanjutnya, pada Minggu dinihari, anggota Brimob melakukan penangkapan terhadap anggota TNI tersebut.
 
Tak senang rekannya ditangkap, anggota TNI yang lain melakukan penyerangan kepada anggota Brimob. Alhasil, bentrokan tak terelakan.  Anggota Brimob melepaskan tembakan ke udara guna melerai pertikaian. Namun, tembakan itu justru mengenai empat orang anggota TNI yang saat ini masih belum diketahui nama-namanya itu.

Sementara itu, lanjut Taufik, korban yang mengalami luka lemparan batu dan luka tembak kini dilarikan ke Rumah Sakit Limboto, Gorontalo dan masih menjalani perawatan.
“Tidak ada yang luka serius, yang terkena tembakan juga tidak serius, cuma peluru karet," kata Taufik kepada gunturzakaw91., Minggu (22/4/2012). 

3 TKI di duga menjadi Korban Perdagangan Organ tubuh

JAKARTA, http://gunturzakaw91.blogspot.com/- Tiga tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat tewas di Malaysia dalam kondisi tak wajar. Mereka diduga merupakan korban perdagangan organ tubuh manusia.
Ketiga TKI itu, seperti tertulis dalam siaran pers Migrant Care, Minggu (22/4/2012) masing-masing adalah Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon.
Mereka dipulangkan dari Malaysia pada tanggal 5 April 2012 dalam keadaan tidak bernyawa. Mereka diduga kuat adalah korban penjualan organ tubuh.
Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, dugaan tersebut berawal dari keterangan pihak keluarga. "Di dalam tubuh ketiga jenazah tersebut ditemukan jahitan tidak wajar, yakni di kedua mata, dada, dan perut bagian bawah," ujar dia.
Sementara, surat keterangan dari KBRI Kuala Lumpur nomor 0817/SK-JNH/04/2012, nomor 0818/SK-JNH/04/2012, dan nomor 0819/SK-JNH/04/2012 yang ditandatangani Heru Budiarso (Sekretaris Kedua Konsuler) tidak melakukan pengecekan atas sebab-sebab kematian terhadap ketiga TKI tersebut.
Atas dugaan tersebut, keluarga korban dengan didampingi oleh Koslata dan Migrant CARE berencana menemui Direktorat Perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggung-jawaban atas kasus tersebut, Senin (23/4/2012) besok.
Menurut Anis, kasus ini menjadi ujian nyata dari implementasi ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya yang baru saja disahkan.

15 April 2012

Bocah 5 Tahun Tewas di tangan ayahnya sendiri

KARAWANG,- Tiara, bocah umur 5 tahun, tewas di tangan ayahnya sendiri, Ma'mun, di Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/4/2012). Kepada polisi, Ma'mun mengakui perbuatannya.
Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Namun,
 Ilustrasi
 polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Ma'mun, yang dinilai aneh, antara lain mengakui perbuatannya dengan tanpa penyesalan.
Tiara ditemukan tewas di kamar rumahnya di Dusun Krajan RT 1/5 Desa Pasirkamuning, Minggu pukul 03.00 WIB. Kepolisian Sektor Telagasari mendapat laporan tentang pembunuhan itu, dari tetangga korban dan kemudian mendatangi lokasi.
Ma'mun diduga nekat menghabisi nyawa putrinya, karena frustasi dan banyak hutang. Dia diduga mencari pesugihan. Ma'mun membunuh Tiara yang sedang tidur dengan menggunakan pisau.
"Pelaku ditangkap di rumahnya dan kini ditahan di Mapolsek Telagasari," tambah Arman.
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2012

Rampok Di Lmebak Akan Di Tindas Dengan Tegas

ukung Kapolda Tindak Tegas Rampok di Lembak


 Tekad Kapolda Bengkulu Brigjend Drs.H. Burhanuddin Andi, SH,MH membersihkan kawasan Lembak Kabupaten Rejang Lebong, dari pelaku perampokan, pemerasan dan bentuk kriminalitas lainnya dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tepat. Pengamat Sosial dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susyanto,M.Si berpendapat sudah saatnya tindakan tegas diambil demi kepentingan masyarakat secara umum.
“Aksi premanisme dan kriminalitas disana melanggar hukum. Dalam presfektif sosial hukum, tidak dibenarkan melakukan tindakan kriminal dengan alasan apapun. Baik dengan melakukan perampokan maupun pemerasan setiap masyarakat yang melintas,” kata Susyanto.
Tindakan aparat kepolisian, menangkap oknum yang melakukan premanisme, hingga dilakukan penembakan tentulah tidak melanggar HAM (Hak Azazi Manusia), seperti yang didengung-dengungkan segelintir pihak selama ini. Termasuk mengeluarkan tembakan senjata api. Sebaliknya, perilaku premanisme yang terjadi selama inilah, kata dia yang telah melanggar HAM masyarakat.
“Kalau menembak, karena pelaku melakukan perlawanan saat mau ditangkap. Apalagi dapat mengancam keselamatan aparat kepolisian, tidak ada masalah mengeluarkan tembakan. Itu sudah ada dalam SOP (Standart Operasional Prosedur). Yang salah itu, kalau tiba-tiba mengeluarkan tembakan,” katanya.
Bila aksi premanisme tersebut dibiarkan, hampir dipastikan akan terus menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan ketakutan bagi masyarakat yang melintas. Bukan hanya mengganggu sistem keamanan, tetapi juga sektor ekonomi. Dan dikhawatirkan akan menjadi cacatan hitam investor, sehingga membatalkan niatnya untuk menanamkan investasi.
“Dampaknya sangat luas biasa. Contoh kecil saja, kalau kendaraan pendistribusian penunjang perekonomian banyak yang tidak jadi melintas, seperti mengangkut gas elpiji dan lain-lain. Tentu akan mengganggu orang banyak kan,” pungkasnya.
Namun demikian, dia berharap aparat kepolisian juga melakukan upaya prepentif melalui aspek kultural. Dicari akar permasalahan, yang menyebabkan terjadinya aksi premanisme tersebut. “Kita harus tahu, apa yang menjadi akar permasalahannya. Apakah karena faktor kesenjangan sosial atau yang lain. Libatkan semua stakeholders yang berperan. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain-lain,” saran Susyanto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden BEM Universitas Bengkulu, Hendra Irawan. Menurutnya, aksi perampokan dan pemerasan yang dilakukan oleh segelintir orang telah menzalimi banyak orang. Bahkan dapat memberikan trauma yang mendalam. Menurutnya, sudah saatnya aparat penegak hukum mengambil tindakan sangat tegas.
“Kalau langkah prepentif tidak digubris lagi, sudah saatnya ditindak tegas. Sehingga aksi perampokan tidak terjadi lagi di sana,” tutupnya.
Sekda : Pendekatan Persuasif Melalui Camat
Sementara itu, Sekda Rejang Lebong (RL), Drs. Sudirman dengan tegas mengatakan, sampai sejauh ini Pemda RL tetap menunjukkan kepedulian terhadap gejolak di Lembak. Ia membantah keras isu yang beredar yang sengaja ingin memperkeruh situasi dengan mengatakan Pemda RL tidak peduli dengan polemik yang terjadi di Lembak saat ini.
‘’Sejak terjadi bentrok pertama di Binduriang, kami sudah melakukan upaya pendekatan. Bahkan bupati sudah berniat turun langsung ke lokasi kejadian di hari pertama bentrok. Karena kondisinya belum memungkinkan, terpaksa hanya sampai di Desa Mojorejo, Sindang Kelingi. Begitu juga dengan gejolak kedua di Desa Belitar Muka, kami sudah memerintahkan camat setempat melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat Lembak agar konflik mereda,’’ kata Sekda.
Melalui camat yang bertugas di Lembak, lanjut Sekda, pihaknya berharap bisa melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah serta tokoh masyarakat dan pemuka agama yang intinya mengajak masyarakat Lembak sama-sama menjaga situasi kondusif di Lembak. Untuk masalah bentrok sebagian warga Lembak dengan polisi, pihaknya hanya berkapasitas sebagai mediator.
‘’Apa-apa saja yang akan ditempuh agar kondisi di Lembak kembali kondusif. Tergantung kesepakatan polisi dengan warga Lembak itu sendiri. Kami tidak mencampuri apa yang akan ditempuh. Pada intinya kami menginginkan yang terbaik untuk masyarakat Lembak, polisi dan masyarakat RL secara keseluruhan. Begitu juga dengan masalah penindakan hukum, itu sepenuhnya kewenangan polisi,’’ pungkas Sekda.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3NKRI) Provinsi Bengkulu, Herman Amal menilai tindakan Pemda RL yang hanya memerintahkan camat untuk penyelesaian konflik di Lembak belum optimal. Mengingat konflik ini sudah semakin melebar, bahkan skalanya sudah nasional, sudah sepantasnya bupati turun langsung.
‘’Mulai dari bupati, camat hingga kades dan lurah semuanya harus berperan aktif. Mereka harus duduk satu meja dengan tokoh masyarakat Lembak dan aparat penegak hukum guna mencari solusi terbaik. Tidak mesti dengan penindakan, saya yakin masih banyak tokoh masyarakat Lembak yang mampu menyelesaikan konflik ini. Asalkan Pemda RL juga turun tangan meyakinkan polisi melakukan pendekatan kepada masyarakat Lembak,

Warga Sempat Di Sandra

CURUP, BE – Jumlah korban peristiwa berdarah di kawasan Lembak Kabupaten Rejang nyaris bertambah. Agus (38) warga Desa Mojorejo kecamatan Sindang Keling hampir dijadikan amukan massa. Bahkan ia sempat disandera. Beruntung ia cepat diamankan di salah satu ruangan di rumah duka Edi Bagong di Desa Belitar Muka. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Agus disandera warga karena dicurigai sebagai mata-mata polisi. Setelah melalui proses mediasi serta proses evakuasi oleh TNI dan Polri, warga tersebut berhasil diselamatkan sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Data berhasil dihimpun wartawan, mulanya, Agus tengah berada di lokasi kejadian mengikuti sebuah kegiatan pesta pernikahan. Tiba-tiba, ada salah satu warga yang melihat Agus tengah membuat pesan singkat berupa informasi kepada polisi. Warga pun merampas handphone Agus. Sontak hal itu membuat warga lainnya kaget dan mencoba untuk meringkus Agus. Mengetahui hal ini, salah satu rekan Agus langsung mengambil inisiatif untuk mengamankan agus dan membawanya ke rumah duka. Setibanya di rumah duka, Agus langsung diamankan di salah satu kamar dandijaga oleh beberapa orang TNI dari Koramil PUT hingga siang hari. Siangnya, warga Kecamatan Binduriang yang mengetahui keberadaan Agus di rumah duka mencoba untuk mengajak Agus untuk dibawa ke Desa Kepala Curup. Namun, hal itu tidak diperbolehkanoleh anggota TNI yang berjaga. Karena situasi semakin tak kondusiof dan kerumunan warga semakin banyak akhirnya pihak Kodim 0409 RL, Polres RL dan Sat Brimobda RL mengambil inisiatif untuk menjemput Agus di rumah duka. Setibanya di rumah duka, beberapa anggota Kodim langsung menjemput Agus di salah satu kamar dan membawa agus keluar dengan cara mengganti pakaian agus dengan pakaian loreng TNI. Akhirnya, Agus berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat persembunyian yang aman. “Alhamdulilah, korban sandera sudah berhasil kita amankan. Kami hanya tidak ingin ada pertumpahan darah lagi akibat kejadian ini,” tegas Dandim 0409 RL Letkon Inf Yanto Kurno Hendarto saat melakukan komunikasi dengan warga usai evakuasi. Dandim bersama beberapa polisi bahkan turun langsung untuk mengajak warga membuka material pemblokiran akses lintas Curup-Lubuklinggau. Dandim bersama warga dan beberapa personil TNI melakukan patroli dari Sindang Kelingi hingga ke Kecamatan Padang Ulak Tanding untuk memastikan tidak ada lagi material pemblokiran. “Semua material pemblokiran sudah dibuka, dan sudah bisa digunakan pengguna jalan,” terangnya. (999)

28 Juni 2012

Istri perwia TNI di Rampok

CURUP,– Aksi perampokan masih terus terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau, meski material pemblokiran paska bentrok sudah tidak lagi menghalangi pengguna jalan. Kamis dinihari (21/6) sekitar pukul 00.20WIB, istri anggota Denpom Bengkulu berpangkat kapten yang menumpang mobil travel Tran Wisata dari Palembang menuju Bengkulu menjadi sasaran aksi perampokan dan pemerasan. Bukan hanya istri anggota TNI, pengemudi serta penumpang lain yang ikut menjadi penumpang travel juga jadi sasaran aksi perampasan. Selain itu, kaca depan travel jenis mobil Innova silver dengan Nopol B 868 PY dipecah menggunakan balok kayu dan batu. Uang jutaan rupiah milik penumpang dan supir juga raib dibawa kabur perampok bersenjata pisau bahkan diketahui membawa kecepek (jenis senpi rakitan). Menurut keterangan supir travel tran wisata, Arifin (35), warga kilometer 6,5 Kota Bengkulu, peristiwa itu berawal saat dirinya bersama empat penumpang salah satunya isteri anggota Denpom Bengkulu melaju dari arah Palembang menuju Bengkulu. Kendaraan berjalan konvoi dengan dua kendaraan lainya dengan posisi kendaraan naas itu di tengah. Tepat di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi, tiba-tiba kendaraan yang dibawanya diiringi oleh pelaku menggunakan kendaraan sepeda motor dengan jumlah 6 orang. Saat itu, sopir travel diminta untuk menghentikan lajy kendaraannya. Setelah berhenti pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan meminta sejumlah uang yang oleh penumpang mobil tersebut. “Mereka minta rokok dan biaya minum. Saat saya menggelurkan dompet untuk memberikan uang, dompet saya malah langsung dirampas,” tuturnya. Arifin mengaku mencoba mengambil kembali dompet miliknya, namun dipukul bahkan disulut api rokok di bagian hidung hingga berdarah dan berbekas seperti luka bakar. “Jahat betul pelaku itu, kaca depan mobil dipukul kayu sampai retak. Uang serta tas penumpang saya dijarah dengan paksa oleh para pelaku. Salah satu penumpang saya itu bahkan istri perwira TNI ikut dirampas uangnya,” aku Arifin.
Berdasarkan pengamatan Arifin, pelaku terlihat membawa sajam, sedangkan penumpang melihat ada pelaku yang membawa senjata api rakitan. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Rejang Lebong, ia berharap mendapatkan keadilan. Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Kariana SIK melalui Kasat Reskrim AKP Hardidinata SIK membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah mendapatkan laporan dari korban, untuk kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Aksi Curas Marak
Paska bentrok di jalan lintas Curup-Lubuklinggau antara Polisi dan warga, sedikitnya ada 10 laporan tindak kejahatan pencurian disertai kekerasan (curas) yang terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau. Empat diantaranya melapor ke Polsek Sindang Kelingi sisa korban lainnya melaporkan ke Polres Rejang Lebong. Kasat Reskrim dikonfirmasi wartawan tidak membantah kabar tersebut. “Kami sudah menerima 10 laporan paska bentrok, ada 10 laporan masyarakat yang rata-rata pengendara motor,” katanya. Dijelaskan Hardidinata, dari kasus curas tersebut diantaranya kendaraan roda dua dan sejumah uang yang menjadi korban pengendara motor dirampas oleh para pelaku. “Sepuluh kasus curas ini yang melapor, informasinya ada belasan kasus curas yang terjadi namun tidak melaporkan ke polisi. Kami jemput bola agar warga tetap melaporkan kejadian yang mereka alami,” ujarnya. Kasat menerangkan, polisi akan tetap melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan di wilayah Polres RL. Secara bertahap polisi akan melakukan pengungkapan, dan hal itu tidak lepas dari peran serta masyarakat untuk berperan aktif ikut memerangi aksi kejahatan. “Sejatinya keamanan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Tanpa bantuan masyarakat polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa,” tuturnya. (999)


Related News

Sumber. BE

24 Mei 2012

14 orang tewas akiabat baku tembak

Sedikitnya, 14 orang tewas dalam serangan dan baku tembak antara kelompok Taliban dan militer Afganistan. Menurut warta Xinhua pada Kamis (24/5/2012),  dua anggota Kepolisian Nasional Afganistan (ANP) tewas dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Helmand.
Kemudian, di Kandahar, tiga anggota Taliban tewas dalam baku tembak dengan polisi Afganistan. Dalam insiden itu, satu orang polisi cedera.
Di Provinsi Logar, timur Afganistan, sembilan anggota Taliban tewas dalam penggerebekan militer Afganistan dukungan NATO. Namun, tiga anggota militer Afganistan juga tewas dalam insiden itu.

22 April 2012

Tni Bentrok Dengan Brimob. 4 terkena Luka tembak

JAKARTA- Pasukan Brimob dan TNI terlibat bentrok dan  baku tembak di Kabupaten Limboto, Gorontalo. Akibatnya, empat orang mengalami luka tembak dan dua orang luka akibat lemparan batu. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen M Taufik mengatakan, kejadian ini bermula saat pasukan Brimob berpatroli dengan menggunakan truk melintasi depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limboto dilempari batu oleh orang yang tak dikenal pada pukul 23.00 Wita . Akibat lemparan batu itu, dua polisi mengalami luka-luka di bagian kepala.

Mendapat perlakuan tersebut, polisi kemudian melalukan razia dan diketahui yang melakukan pelemparan ternyata anggota TNI. Selanjutnya, pada Minggu dinihari, anggota Brimob melakukan penangkapan terhadap anggota TNI tersebut.
 
Tak senang rekannya ditangkap, anggota TNI yang lain melakukan penyerangan kepada anggota Brimob. Alhasil, bentrokan tak terelakan.  Anggota Brimob melepaskan tembakan ke udara guna melerai pertikaian. Namun, tembakan itu justru mengenai empat orang anggota TNI yang saat ini masih belum diketahui nama-namanya itu.

Sementara itu, lanjut Taufik, korban yang mengalami luka lemparan batu dan luka tembak kini dilarikan ke Rumah Sakit Limboto, Gorontalo dan masih menjalani perawatan.
“Tidak ada yang luka serius, yang terkena tembakan juga tidak serius, cuma peluru karet," kata Taufik kepada gunturzakaw91., Minggu (22/4/2012). 

3 TKI di duga menjadi Korban Perdagangan Organ tubuh

JAKARTA, http://gunturzakaw91.blogspot.com/- Tiga tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat tewas di Malaysia dalam kondisi tak wajar. Mereka diduga merupakan korban perdagangan organ tubuh manusia.
Ketiga TKI itu, seperti tertulis dalam siaran pers Migrant Care, Minggu (22/4/2012) masing-masing adalah Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon.
Mereka dipulangkan dari Malaysia pada tanggal 5 April 2012 dalam keadaan tidak bernyawa. Mereka diduga kuat adalah korban penjualan organ tubuh.
Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, dugaan tersebut berawal dari keterangan pihak keluarga. "Di dalam tubuh ketiga jenazah tersebut ditemukan jahitan tidak wajar, yakni di kedua mata, dada, dan perut bagian bawah," ujar dia.
Sementara, surat keterangan dari KBRI Kuala Lumpur nomor 0817/SK-JNH/04/2012, nomor 0818/SK-JNH/04/2012, dan nomor 0819/SK-JNH/04/2012 yang ditandatangani Heru Budiarso (Sekretaris Kedua Konsuler) tidak melakukan pengecekan atas sebab-sebab kematian terhadap ketiga TKI tersebut.
Atas dugaan tersebut, keluarga korban dengan didampingi oleh Koslata dan Migrant CARE berencana menemui Direktorat Perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggung-jawaban atas kasus tersebut, Senin (23/4/2012) besok.
Menurut Anis, kasus ini menjadi ujian nyata dari implementasi ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya yang baru saja disahkan.

15 April 2012

Bocah 5 Tahun Tewas di tangan ayahnya sendiri

KARAWANG,- Tiara, bocah umur 5 tahun, tewas di tangan ayahnya sendiri, Ma'mun, di Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/4/2012). Kepada polisi, Ma'mun mengakui perbuatannya.
Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Namun,
 Ilustrasi
 polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Ma'mun, yang dinilai aneh, antara lain mengakui perbuatannya dengan tanpa penyesalan.
Tiara ditemukan tewas di kamar rumahnya di Dusun Krajan RT 1/5 Desa Pasirkamuning, Minggu pukul 03.00 WIB. Kepolisian Sektor Telagasari mendapat laporan tentang pembunuhan itu, dari tetangga korban dan kemudian mendatangi lokasi.
Ma'mun diduga nekat menghabisi nyawa putrinya, karena frustasi dan banyak hutang. Dia diduga mencari pesugihan. Ma'mun membunuh Tiara yang sedang tidur dengan menggunakan pisau.
"Pelaku ditangkap di rumahnya dan kini ditahan di Mapolsek Telagasari," tambah Arman.
 
Support : Creating Website | gunturzakaw91 | Ganing Sakewa Azigazuru
Copyright © 2011. Aneka Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Sakewa Published by Aneh dan Unik
Proudly powered by Gegesuran Plesetan Umban